Dalam dunia digital marketing, content creator maupun social media specialist perlu menyusun strategi konten yang lebih terarah supaya proses pembuatan konten menjadi lebih rapi dan konsisten. Salah satu cara yang sering digunakan adalah content planning.
Singkatnya, content planning merupakan proses merencanakan ide, jadwal, hingga jenis konten yang akan dipublikasikan di media sosial atau platform digital lainnya. Melalui content planning, proses produksi konten menjadi lebih terstruktur dan memudahkan tim dalam mengatur strategi content creation maupun marketing.
Karena itu, content planning berperan penting dalam social media creation dan digital marketing. Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian content planning, manfaatnya, hal-hal yang perlu diperhatikan, elemen, hingga tools yang dapat kamu gunakan.
Pengertian Content Planning
Content planning merupakan proses merencanakan dan mengatur konten sebelum dipublikasikan ke media sosial maupun platform digital lainnya. Biasanya, tim yang bertanggung jawab dalam perencanaan konten atau content planning adalah content planner, yang berkolaborasi dengan social media strategist, content strategist, atau content specialist
Content planning mengatur penentuan ide konten, tujuan konten, target audiens, format konten, content pillar, platform konten, referensi konten, hingga jadwal publikasi.
Content planning membantu tim marketing maupun content creator mengatur proses pembuatan konten agar lebih konsisten dan sesuai dengan tujuan bisnis atau strategi promosi brand. Content planning sering digunakan untuk mengelola konten media sosial, blog, dan email marketing.
Manfaat Content Planning dalam Social Media Creation
Content planning membantu proses pembuatan konten media sosial menjadi lebih terarah dan terstruktur. Dalam social media creation, perencanaan konten penting agar proses produksi, publikasi, hingga strategi komunikasi dengan audiens dapat berjalan lebih konsisten. Berikut beberapa manfaat content planning dalam social media creation.
1. Membantu Konten Lebih Konsisten
Dengan content planning, content creator maupun social media specialist dapat membuat dan mengatur jadwal posting dan ide konten lebih terstruktur. Sehingga, dapat akun media sosial terlihat aktif dan konsisten mempublikasi konten kepada audiens.
2. Memudahkan Menentukan Ide Konten
Content planning membantu proses mencari dan menentukan ide menjadi lebih rapi karena ide konten sudah disusun sebelumnya. Sehingga, content creator tidak perlu bingung mencari ide secara mendadak sebelum upload konten.
3. Membantu Menyesuaikan Konten dengan Target Audiens
Melalui content planning, tim dapat membuat dan riset jenis konten sesuai kebutuhan dan minat audiens. Hal ini membuat strategi konten terasa lebih sesuai dan relevan kepada audiens.
4. Proses Produksi Konten Lebih Efisien
Perencanaan konten membantu proses produksi menjadi lebih terorganisir, dari pembuatan desain, caption, video, hingga jadwal revisi konten. Dengan alur kerja yang matang, proses pembuatan konten biasanya menjadi lebih efisien dan rapi.
5. Membantu Menentukan Tujuan Konten
Content planning membantu menentukan tujuan konten, seperti meningkatkan engagement, awareness, traffic, maupun conversion atau penjualan.
6. Mempermudah Kolaborasi Tim
Proses kerja antar tim menjadi lebih rapi dan terkoordinasi dengan adanya content planning. Tim content planner biasanya akan berkolaborasi dengan tim desain, copywriter, content writer, KOL, content creator maupun social media specialist dapat memahami tugas dan jadwal produksi konten dengan lebih jelas.
7. Mempermudah Evaluasi Performa Konten
Tim lebih mudah melakukan evaluasi performa konten dengan menggunakan content planning, seperti engagement, reach, maupun jenis konten yang disukai audiens. Evaluasi ini dapat digunakan untuk menyusun strategi konten ke depan.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyusun Content Planning
Content planning harus disesuaikan dengan target audiens, tujuan konten, hingga strategi komunikasi brand agar konten lebih relevan dan terarah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyusun content planning.
1. Menentukan Tujuan Konten
Sebelum membuat content planning, kamu tentukan dahulu tujuan konten yang akan dipublikasikan. Misalnya untuk meningkatkan engagement, membentuk brand awareness, atau meningkatkan pembelian.
2. Menentukan Jadwal Posting
Salah satu tujuan dari content planning adalah merencanakan konten, maka jadwal posting adalah cara yang harus dilakukan. Menjadwal konten membantu publikasi konten menjadi lebih rapi dan teratur. Kamu bisa berkoordinasi dengan tim terkait untuk tanggal posting maupun revisi.
3. Menyusun Variasi Jenis Konten
Agar audiens tidak merasa bosan dan tidak terkesan template, akun media sosial sebaiknya memiliki variasi konten. Kombinasikan beberapa jenis konten, seperti edukasi, hiburan, interaksi, hingga promosi agar feed terasa lebih seimbang.
4. Menyesuaikan Content Planning dengan Identitas Brand
Konten yang dibuat perlu tetap mencerminkan identitas brand, mulai dari visual, tone of voice, brand persona, hingga gaya komunikasi. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi branding di media sosial maupun platform digital lainnya.
Baca juga: Brand Persona : Pengertian, Manfaat, dan Perannya dalam Digital Marketing
Komponen yang Biasanya Ada dalam Content Planning
Content planning biasanya memiliki beberapa komponen penting untuk memudahkan proses kerja content creator maupun social media specialist. Komponen ini perlu berkoordinasi dengan berbagai tim. Berikut beberapa komponen yang biasanya terdapat dalam content planning.
1. Content Pillar atau Tema Konten
Content pillar digunakan untuk menentukan kategori utama konten agar konten lebih terarah. Dengan content pillar, proses penentuan ide konten menjadi lebih mudah.
Contoh content pillar:
- Edukasi
- Promosi
- Hiburan
- Inspirasi
2. Judul atau Ide Konten
Komponen ini memuat daftar ide atau topik konten yang akan dibuat. Judul konten membantu tim memahami gambaran isi postingan sebelum proses produksi dimulai.
Contoh:
- Tips membuat caption Instagram
- Ide konten untuk UMKM
- Cara meningkatkan engagement media sosial
3. Platform Konten
Platform konten digunakan untuk menentukan di mana konten dipublikasikan, seperti Instagram, TikTok, LinkedIn, YouTube, X (Twitter), maupun Threads. Setiap platform umumnya memiliki format dan gaya komunikasi yang berbeda.
4. Format Konten
Format konten membantu menentukan bentuk konten yang akan dibuat sesuai kebutuhan platform dan tujuan konten.
Contoh format konten:
- Carousel
- Feed
- Reels
- Short video
- Infografis
5. Jadwal Upload
Jadwal upload digunakan untuk mengatur waktu publikasi konten agar posting lebih konsisten dan terorganisir. Komponen ini biasanya mengatur tanggal posting.
6. PIC (Person in Charge)
PIC atau penanggungjawab digunakan untuk menentukan dan mengetahui siapa yang bertanggung jawab proses pembuatan maupun publikasi konten. Komponen ini penting terutama jika content planning dikerjakan dalam tim. PIC biasanya terdapat PIC desain, penulis, creator, editor, maupun KOL.
7. Caption dan CTA
Caption atau CTA digunakan untuk menyiapkan caption dan call to action (CTA) konten. Caption yang sudah disusun sebelumnya biasanya membantu proses upload menjadi lebih cepat dan rapi.
8. File Konten atau Asset Link
Agar semua tim dapat lebih mudah mengakses materi yang dibutuhkan, perlu adanya file atau link yang mengarah pada elemen konten. Komponen ini memuat link desain, video, copywriting, maupun file draft konten.
9. Status dan Progress Konten
Status dan progress digunakan untuk memantau dan melacak tahapan pengerjaan konten. Progress pengerjaan konten dapat berupa:
- Draft
- Approved
- Revisi
- Publish
- Postponed
Tools yang Digunakan untuk Content Planning
Content planning biasanya dibuat menggunakan berbagai tools agar proses penyusunan konten menjadi lebih rapi, terstruktur, dan mudah dikelola. Tools content planning membantu content creator maupun social media specialist mengatur ide konten, workflow kerja, jadwal upload, hingga proses evaluasi konten. Berikut beberapa tools yang sering digunakan untuk content planning.
1. Google Sheets
Google Sheets menjadi salah satu tools content planning yang paling banyak digunakan dalam content creation sosial media karena mudah diakses, fitur mendukung pekerjaan, dan dapat digunakan secara kolaboratif. Tools ini biasanya dipakai untuk membuat content calendar, mengatur jadwal upload, menyusun ide konten, hingga memantau progress produksi konten.
Selain itu, Google Sheets cukup fleksibel karena pengguna dapat menyesuaikan template sesuai kebutuhan tim.
Fitur:
- Pengorganisasian Data dan Tampilan
- Jadwal upload konten
- Menu data drop down
- Checklist untuk to do list
- Tracking progress konten
- Kolaborasi tim secara real time
2. Notion
Notion sering digunakan untuk content planning karena memiliki tampilan workspace yang lebih rapi dan fleksibel. Tools ini memungkinkan pengguna menyimpan content calendar, brief konten, asset, caption, hingga workflow revisi dalam satu tempat.
Fitur:
- Database view
- Notion AI
- Database properties
- Database Templates
- Content Calender
3. Trello
Trello adalah salah satu tools untuk membuat kalender konten dan mengelola workflow pembuatan konten dengan memanfaatkan tampilan visual. Trello juga memanfaatkan sistem board, list, dan kartu konten. Tools ini memudahkan tim memantau progress konten mulai dari tahap ide, draft, revisi, hingga upload.
Fitur:
- Board workflow konten
- Checklist produksi konten
- Tracking progress
- Template content planning
Kapan Saatnya Menggunakan Content Planning dalam Produksi Konten Kamu?
Waktu yang tepat untuk menggunakan content planning adalah secepatnya. Membuat content planning dalam produksi konten diperlukan agar kolaborasi antar tim dalam produksi konten lebih terjadwal, rapi, dan konsisten.
Agar kamu semakin memahami content planning dan penerapannya, kamu bisa ikuti Professional Fullstack Digital Marketing Bootcamp di Tempatbelajar.id. Selama 3 bulan, kamu bisa belajar content planning di berbagai platform sosial media, penggunaan media sosial untuk marketing beserta optimisasi, penerapan brand persona, copywriting, penulisan SEO, ads marketing, dan masih banyak lagi yang akan kamu dapatkan. Jangan tunggu nanti, yuk ikut bootcamp sekarang!
FAQ
Apa bedanya content planning dan content calendar?
Content planning merupakan proses menyusun strategi, ide, tujuan, dan arah konten sebelum dipublikasikan. Sementara itu, content calendar lebih fokus pada jadwal publikasi konten, seperti tanggal upload, platform, PIC, maupun deadline produksi konten.
Siapa yang bertugas membuat content planning?
Content planning dibuat oleh tim content planner, social media specialist, content strategist, maupun content creator.
Apakah content planning penting untuk personal branding?
Ya. Content planning membantu personal branding memiliki arah konten yang lebih konsisten, teratur, dan sesuai dengan target audiens. Selain itu, dalam jangka panjang content planning juga memudahkan proses menentukan topik maupun strategi konten.
