Daftar Isi

Apa Itu Content Pillar? Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya

Apa Itu Content Pillar? Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya

Daftar Isi

Kamu sering bikin konten tapi masih terasa belum rapi atau nggak konsisten? kemungkinan besar kamu perlu strategi biar konten kamu jalan sesuai rencana, salah satu solusi yang perlu dicoba adalah content pillar. Dalam pembuatan sosial media, content pillar merupakan salah satu konsep penting yang membantu brand dan pekerja kreatif seperti content creator dan sosial media specialist membuat konten lebih terarah dan sesuai rencana.

Dengan menggunakan content pillar, kamu bisa lebih mudah menentukan topik, merencanakan konten, dan mengarahkan tujuan konten dalam jangka panjang. Nah, artikel ini akan membantu kamu belajar apa itu content pillar, manfaat, jenis-jenisnya, serta bagaimana cara menerapkannya dalam strategi konten.

Definisi Content Pillar

Content pillar merupakan topik utama yang digunakan untuk dasar dalam pembuatan konten, umumnya dimanfaatkan dalam strategi content marketing dan media sosial. Melalui content pillar, kamu bisa menentukan arah konten agar tetap konsisten, terencana, dan sesuai dengan target audiens.

Secara umum, content pillar membantu mengelompokkan ide konten ke dalam beberapa kategori besar, sehingga proses pembuatan konten jadi lebih terstruktur dan tepat posting sesuai tujuan. Dalam digital marketing, konsep ini juga banyak digunakan untuk membangun identitas brand dan memudahkan audiens mengenal lebih dekat jenis konten yang disajikan.

Jenis-Jenis Content Pillar

Agar pembuatan konten dapat dilakukan dengan baik, perlu membagi ke dalam jenis-jenis content pillar. Pembagian ini bertujuan untuk membantu mengarahkan, merencanakan, dan mengetahui tujuan konten. Berikut Jenis-jenis content pillar :

1. Edukasi

Jenis ini memuat bermacam-macam konten, seperti informasi, tips, atau pengetahuan yang bermanfaat untuk audiens. Jenis konten ini bertujuan untuk menyebarkan informasi tertentu dan membantu audiens memahami topik tertentu. Beberapa contoh seperti tutorial, panduan, review, dan lain sebagainya.

2. Hiburan

Pernah nggak kamu melihat postingan meme dalam postingan media brand tertentu? Jika pernah, itu adalah salah satu contoh jenis konten entertainment. Konten ini umumnya dikemas dengan cara yang kreatif dan lucu, seperti meme, video lucu, kuis, atau konten yang mengikuti tren viral. Tujuannya adalah untuk meningkatkan engagement dan menarik perhatian audiens.

3. Inspirasi

Konten inspirasi bertujuan untuk membangun hubungan emosional dengan audiens. Isinya bisa berupa cerita, motivasi, atau pengalaman yang sesuai dengan audiens. Konten ini cocok untuk mendekatkan antara brand dan audiens.

4. Promosi

Kamu pernah nggak melihat postingan berupa ajakan untuk membeli suatu produk atau diskon? Nah, itu adalah contoh dari promosi brand. Konten ini digunakan untuk mengenalkan produk atau jasa layanan yang ditawarkan. Dalam penyampaiannya, biasanya brand mengemas konten kreatif dengan menyampaikan harga, kelebihan dan kekurangan, dan benefit produk. Contohnya melalui soft selling, testimoni, atau storytelling.

Manfaat Content Pillar untuk Pembuatan Konten

Dalam pekerjaan di ranah pembuatan konten seperti sosial media specialist, content pillar membantu kamu dalam menentukan strategi konten. Berikut manfaat content pillar dalam pembuatan konten:

1. Membantu menyusun strategi konten

Content pillar memudahkan kamu dalam menentukan arah dan tujuan konten. Melalui kategori yang jelas, setiap postingan mempunyai tujuan dan dibuat secara terstruktur atau rapi.

2. Memudahkan Mencari Ide Konten

Kamu pernah nggak kehabisan ide atau stuck konten itu-itu saja? Jika pernah, content pillar dapat membantu kamu menemukan ide. Dengan content pillar, kamu dapat mengembangkan ide berdasarkan kategori yang direncanakan.

Supaya kamu mengetahui langkah-langkah pembuatan konten, kamu bisa baca artikel 7 Tahapan Content Creation yang Wajib Dikuasai Social Media Specialist

3. Menjaga Konsistensi Brand di Media Sosial

Dalam media sosial, setiap postingan menggambarkan identitas suatu brand. Melalui content pillar, identitas itu membantu menjaga tone, gaya, dan topik konten tetap konsisten. Konsistensi ini penting agar brand lebih mudah dikenali oleh audiens.

4. Meningkatkan Engagement Dengan Audiens

Dalam setiap postingan konten, diperlukan kreativitas yang terarah dan relevan dengan kehidupan audiens. Kreativitas tersebut cenderung lebih menarik bagi audiens. Dengan content pillar, kamu bisa memahami jenis konten apa lebih disukai dan lebih sering berinteraksi dengan mereka. Selain itu, kamu bisa mengajak audiens berinteraksi dengan voting, like, komentar, share, ajakan untuk membuat stiker berupa kampanye tertentu. Secara tidak langsung, hal ini berpengaruh pada peningkatan engagement dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

5. Memudahkan Evaluasi Performa Konten

Melalui kategori yang jelas, kamu bisa melihat  dan memantau performa setiap jenis konten. Melalui cara ini, orang yang bekerja di bidang content creator, seperti sosial media specialist bisa mengetahui konten yang efektif dan mana yang harus diperbaiki.

Agar kamu dapat mengetahui cara mengevaluasi konten, kamu dapat membaca artikel Apa Itu Metrik Sosial Media? Penjelasan, Contoh KPI, dan Cara Membuat Laporan.

Cara Menentukan Content Pillar Agar Tepat ke Audiens

Menentukan content pillar diperlukan perencanaan yang matang agar konten yang dibuat atau dipublikasikan dapat terarah sesuai tujuan. Sehingga, di platform sosial media dapat tersusun rapi dan jelas dinikmati audiens. Berikut cara menentukan content pillar agar sesuai target audiens.

1. Tentukan tujuan konten

Langkah yang pertama yang kamu lakukan adalah pahami tujuan utama membuat konten. Apakah untuk edukasi, meningkatkan engagement, atau mendorong penjualan? arah konten sekaligus menyusun strategi yang lebih terarah.

2. Kenali Target Audiens

Agar konten kamu tepat kepada target audiens, pahami siapa yang akan mengonsumsi konten kamu. Cari tahu minat, kebutuhan, dan masalah dihadapi. Dengan cara itu, content pillar yang dibuat bisa lebih relevan dan tepat sasaran.

3. Tentukan Topik Utama

Agar konten memiliki tujuan jelas dan terarah, kamu perlu memilih beberapa topik besar yang sesuai dengan brand. Umumnya, content pillar terdiri dari 3–5 kategori utama agar tetap fokus dan khusus.

4. Sesuaikan Platform yang Digunakan

Beberapa platform biasanya memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Seperti, konten di instagram cenderung lebih mengutamakan visual, variasi konten, dan interaksi terhadap audiens. Tentukan dan sesuaikan content pillar dengan platform yang kamu gunakan.

Kapan Saatnya Menerapkan Content Pillar dalam Bisnis Kamu?

Waktu yang tepat untuk mempraktikkan content pillar adalah secepatnya. Menentukan content pillar dalam pembuatan konten bukan perkara sulit, jika sudah mengetahui tujuan konten.

Agar kamu semakin memahami content pillar dan penerapannya, kamu bisa ikuti Professional Fullstack Digital Marketing Bootcamp di Tempatbelajar.id. Selama 3 bulan, kamu bisa belajar content pillar untuk berbagai platform sosial media, penggunaan media sosial untuk marketing beserta optimasi, penerapan brand persona, copywriting, penulisan SEO, ads marketing, dan masih banyak lagi yang akan kamu dapatkan. Jangan tunggu nanti, yuk ikut bootcamp sekarang!

Artikel Lainnya