Di dunia digital saat ini, profesi penulisan kreatif berkembang sangat cepat, seperti pada dua skill UX Writing dan copywriting. Namun, beberapa orang yang masih mengira kedua hal ini sama karena sama-sama berhubungan menulis. Ternyata, UX Writing dan Copywriting memiliki beberapa perbedaan, baik cara kerja dan tujuan utamanya. Lalu, apa saja perbedaan UX Writing dan Copywriting? Simak penjelasannya berikut ini.
Definisi UX Writing dan Copywriting
UX Writing Merupakan aktivitas penulisan teks yang digunakan dalam antarmuka digital, seperti aplikasi atau website, yang bertujuan untuk membantu audiens atau pengguna dalam memahami dan menggunakan produk dengan lebih mudah. Orang yang bekerja sebagai UX Writing disebut UX Writer
Menurut Nielsen Norman Group, UX writing berfokus pada kejelasan, kegunaan, dan pengalaman pengguna, sehingga setiap tulisan, baik kata maupun kalimat yang ditampilkan dapat mengarahkan pengguna dalam menggunakan dengan produk secara efektif.
Sedangkan Copywriting adalah teknik menulis yang bertujuan untuk memasarkan atau mempromosikan suatu produk, jasa, atau brand kepada audiens. Berdasarkan penjelasan dari American Marketing Association, copywriting dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan yang menarik agar audiens tertarik untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk atau menggunakan layanan dan mencari tahu lebih lanjut mengenai produk. Orang yang bekerja sebagai Copywriting disebut sebagai Copywriter.
Perbedaan UX Writing Dengan Copywriting
UX Writing dan Copywriting memiliki peran yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan utama yang perlu kamu pahami:
1. Tujuan Penulisan
UX Writing bertujuan untuk membantu pengguna aplikasi atau website agar dapat memahami dan menggunakan produk dengan mudah. Hasil dari UX writing berupa tulisan kata atau frasa yang dibuat bertujuan untuk memberikan petunjuk mengenai tindakan yang jelas. Sedangkan, Copywriter bertujuan untuk menarik perhatian dengan bentuk persuasif audiens agar melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk atau menggunakan jasa dan mengetahui produk lebih lanjut.
2. Fokus Konten
UX Writing biasanya menghasilkan teks yang terdapat pada produk digital, seperti tombol (button), notifikasi, hingga pesan error.Namun, Copywriting lebih sering membuat konten untuk kebutuhan pemasaran, seperti iklan, caption media sosial, artikel, atau landing page.
Agar kamu dapat mengetahui cara kerja beserta hasilnya, kamu bisa baca artikel Perbedaan Graphic Designer, UI UX Designer & Illustrator: Mana yang Cocok untuk Kamu?
3. Gaya Bahasa
UX Writing memiliki gaya bahasa yang singkat, jelas, dan langsung pada isi dari makna tulisan agar mudah dipahami oleh pengguna.Sedangkan gaya bahasa Copywriting menggunakan bahasa kreatif, menarik, unik, dan persuasif, tak jarang, bahasanya melibatkan emosi audiens agar menarik perhatian.
Kamu bisa mengolah gaya bahasa dengan memanfaatkan formula copywriting dengan membaca artikel 5 Formula Copywriting untuk Memaksimalkan Strategi Digital Marketing
4. Peran dalam Tim
Seorang UX Writer biasanya bekerja sama dengan tim produk, seperti developer dan UI/UX designer, untuk memberi pengalaman terbaik untuk pengguna dalam menggunakan produk atau website.Sementara itu, Copywriter bekerja sama dengan tim marketing untuk mendukung strategi pemasaran dan branding pada produk atau jasa.
5. Pendekatan yang Digunakan
UX Writing dalam menghasilkan tulisan, menggunakan pendekatan berbasis user experience, seperti memahami kebutuhan dan perilaku pengguna.Di sisi lain, Copywriting menggunakan pendekatan pemasaran dan storytelling untuk memengaruhi tindakan dan keputusan audiens.
Penutup
UX Writing dan Copywriting merupakan dua peran penting dalam dunia digital kreatif yang memiliki kesamaan maksud berkomunikasi kepada audiens atau pengguna dalam bentuk tulisan. Walaupun terlihat sama, keduanya terdapat perbedaan, yakni tujuan, pendekatan, dan fungsi yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan UX Writing dan Copywriting, kamu dapat memilih skill yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan. Secara konsisten, UX Writing dan Copywriting, mempunyai prospek karier yang menjanjikan jika terus dipelajari dan dikembangkan.
Supaya semakin mudah memahami dan menerapkan skill Copywriting, kamu dapat belajar melalui berbagai platform, salah satunya bootcamp Professional Fullstack Digital Marketing di Tempatbelajar.id. Selama 3 bulan, kamu dapat belajar SEO Writing, Social media marketing, penerapan Copywriting, dan masih banyak skill yang kamu dapatkan. Yuk, tunggu apalagi, daftar bootcamp di Tempatbelajar.id.
