Banyak orang merasa ragu untuk pindah karier karena latar belakang pendidikan yang berbeda. Apalagi jika jurusan kuliah terasa “tidak nyambung” dengan pekerjaan impian.
Twiva Rhamadanty adalah bukti bahwa latar belakang bukan batasan. Lulusan Kesehatan Masyarakat ini berhasil switch career menjadi Graphic Designer dan kini bekerja full-time di agency. Cerita alumni Graphic Design Bootcamp ini menunjukkan bahwa yang terpenting bukan jurusan, tetapi arah belajar dan kesiapan membangun skill sesuai kebutuhan industri.
Dari Lulusan Kesehatan Masyarakat ke Dunia Desain
Twiva lulus sebagai Sarjana Kesehatan Masyarakat pada 2021. Namun sejak awal, ia merasa dunia kesehatan bukanlah panggilan hatinya. Masuk ke jurusan tersebut lebih karena kesempatan yang ada, bukan karena passion.
Selama kuliah hingga lulus, Twiva justru lebih aktif di dunia desain. Ia mengikuti organisasi, mengerjakan proyek visual, hingga mencoba internship sebagai graphic designer.
Ia memiliki cita-cita besar, yaitu bekerja di agency dan menangani berbagai brand. Namun, realitas tidak semudah itu. Berkali-kali ia melamar ke agency. Berkali-kali pula ia ditolak. Portofolionya memang ada, tetapi belum menunjukkan cara berpikir strategis sebagai desainer profesional. Beberapa kegagalan interview membuat kepercayaan dirinya sempat turun.
Belajar Jadi Graphic Designer Profesional dengan Standar Industri
Dari kegagalan tersebut, Twiva menyadari satu hal penting bahwa yang kurang bukan sekadar skill teknis, tetapi pola pikir dan struktur kerja sebagai graphic designer profesional. Ia memutuskan mengikuti Graphic Design Bootcamp untuk mendapatkan beberapa hal berikut:
- Arah belajar yang terstruktur
- Standar industri yang jelas
- Portofolio berbasis konsep dan strategi brand
- Legitimasinya sebagai desainer profesional
Di bootcamp, Twiva belajar bahwa desain bukan hanya soal visual yang bagus. Ia belajar menyusun moodboard, melakukan riset brand, membangun konsep visual, hingga menyajikan mockup dengan alur yang logis.
Portofolionya berubah. Bukan lagi kumpulan visual, tetapi rangkaian karya dengan reasoning dan strategi di baliknya.

Diterima Kerja di Agency Saat Masih Bootcamp
Menariknya, saat masih menjalani bootcamp, Twiva tetap aktif melamar pekerjaan ke agency. Ia mengikuti tes, mengerjakan studi kasus desain, dan menghadiri interview.
Kali ini hasilnya berbeda. Materi bootcamp membantunya menjawab pertanyaan interview dengan lebih percaya diri dan menjelaskan alur berpikir desain secara profesional. Twiva sendiri mengatakan:
“Sangat-sangat membantu sih waktu aku akhirnya ikut interview di pertengahan ikut bootcamp itu. Jadi kayak aku ngerasa, oh ternyata ini yang pernah diajarin dulu pas ikut bootcamp itu kepake baik di kerjaan maupun pas interview.”
Di tahun yang sama, ia diterima sebagai Graphic Designer full-time di agency. Bukan lagi sekadar lulusan Kesehatan Masyarakat yang bisa desain, tetapi desainer profesional yang paham kebutuhan brand dan industri.
Karier Graphic Designer: Bertumbuh dan Mendapat Offering Lebih Baik
Setelah dua tahun berkembang di industri, Twiva mendapatkan offering dengan posisi dan benefit yang lebih baik di agency lain. Perjalanan switch career-nya bukan hanya berhasil, tetapi juga berkembang secara konsisten. Kini ia terbiasa menangani kebutuhan visual brand dan agency, mulai dari:
- Social media design
- Branding
- Campaign asset
- Commercial visual
Cerita ini menunjukkan bahwa pindah karier ke graphic design bukan sekadar mimpi, tetapi bisa menjadi langkah realistis dengan strategi belajar yang tepat.
Ingin Switch Career Jadi Graphic Designer Seperti Twiva?
Banyak orang ingin menjadi graphic designer di agency, tetapi bingung harus mulai dari mana, terutama jika berasal dari jurusan non-design.
Jika kamu ingin membangun karier sebagai Graphic Designer profesional dengan portofolio yang sesuai standar industri, kamu bisa memulai melalui Professional Graphic Design Specialist Bootcamp dan Career Accelerator Graphic Design Bootcamp di TempatBelajar.id.
Di program ini, kamu akan mendapatkan hal berikut:
- Belajar intensif bersama mentor praktisi
- Mengerjakan real project untuk membangun portofolio yang relevan
- Mendapat bimbingan karier 1-on-1 bersama mentor HR
- Berkesempatan disalurkan magang remote ke hiring partner
Seperti Twiva, kamu tidak harus berasal dari jurusan desain untuk bisa bekerja di agency. Kamu hanya butuh skill yang tepat, struktur belajar yang jelas, dan portofolio yang kuat.
Mulai langkah pertamamu sekarang dan bangun karier sebagai Graphic Designer profesional bersama Tempat Belajar.
