Daftar Isi

Apakah Business Development Sama dengan Sales? Ini Penjelasannya

8 menit baca
Apakah Business Development Sama dengan Sales_ Ini Penjelasannya

Daftar Isi

Kamu baru saja melihat dua lowongan kerja yang terdengar mirip: Business Development dan Sales. Deskripsi tugasnya sama-sama menyebut “mencari klien” dan “meningkatkan revenue”, sampai kamu bingung sendiri harus melamar yang mana. Business development dan sales adalah dua peran berbeda dalam perusahaan meski sama-sama berkaitan dengan pertumbuhan pendapatan. Business development berfokus pada strategi dan kemitraan jangka panjang, sedangkan sales bertugas mengeksekusi penjualan langsung untuk mencapai target dalam waktu dekat.

Apakah Business Development Sama dengan Sales?

Tidak. Business development (BD) dan sales adalah dua fungsi yang berbeda meski sering bekerja beriringan dalam satu tim. BD bertugas membuka jalan, mencari peluang kemitraan, memahami pasar, dan merancang strategi pertumbuhan bisnis untuk jangka panjang. Sales bertugas mengeksekusi, mengubah peluang yang sudah dibuka BD menjadi transaksi nyata dengan target harian, mingguan, atau bulanan yang jelas.

Di perusahaan kecil atau startup tahap awal, kedua peran ini kadang digabung dalam satu posisi karena keterbatasan tim. Situasi inilah yang membuat banyak orang menganggap BD dan sales sebagai hal yang sama. Padahal, begitu perusahaan berkembang, kedua fungsi ini biasanya dipisah karena cara kerja dan indikator keberhasilannya memang berbeda.

Kenapa Business Development dan Sales Sering Dianggap Sama?

Ada tiga alasan utama kenapa dua istilah ini sering tertukar. Pertama, keduanya sama-sama bertanggung jawab atas pertumbuhan pendapatan perusahaan, jadi terlihat seperti “satu tim yang sama” dari luar. Kedua, banyak perusahaan Indonesia, terutama startup dan UKM, memang menggabungkan tugas BD dan sales dalam satu posisi karena struktur tim yang ramping. Ketiga, lowongan kerja sering memakai judul “Business Development Executive” untuk posisi yang sebenarnya lebih dekat ke pekerjaan sales harian, sehingga standar penamaan di industri belum konsisten.

Kondisi ini bukan berarti perbedaannya tidak ada. Begitu kamu bekerja di perusahaan menengah ke atas dengan tim yang lebih terstruktur, kamu akan melihat BD dan sales sebagai dua departemen dengan job desk, KPI, dan bahkan jalur karier yang terpisah.

Perbedaan Business Development dan Sales

Infografis perbedaan business development dan sales berdasarkan fokus kerja, rentang waktu, cara diukur, dan skill utama
Business Development dan Sales sering dikira profesi yang sama, padahal beda fokus kerja. BD bangun strategi dan kemitraan jangka panjang, Sales eksekusi closing dengan target jangka pendek. Mana yang lebih cocok sama kamu?

Supaya lebih jelas, berikut perbandingan langsung antara business development dan sales dari beberapa aspek utama.

AspekBusiness DevelopmentSales
Fokus KerjaMembangun strategi pertumbuhan dan kemitraan jangka panjangMengeksekusi penjualan langsung ke calon pelanggan
Rentang WaktuJangka panjang, hasil terlihat dalam bulan hingga tahunJangka pendek, target biasanya harian atau bulanan
Cara DiukurJumlah kemitraan terbentuk, peluang pasar baru, pertumbuhan revenue tidak langsungKuota penjualan, jumlah closing, konversi lead
KompensasiGaji pokok dengan insentif berbasis pencapaian proyekGaji pokok relatif kecil, ditambah komisi besar dari hasil closing
Skill UtamaRiset pasar, negosiasi kemitraan, business acumen, strategic thinkingPersuasi, closing, ketahanan terhadap penolakan, manajemen pipeline
Contoh AktivitasMenjajaki kerja sama dengan startup lain, menyusun strategi ekspansiMenghubungi calon klien, presentasi produk, negosiasi harga, closing deal

Salah satu contoh nyata perbedaan ini terlihat dari jenis kampanye yang mereka jalankan. Sebelum menjual, BD biasanya sudah memikirkan jenis campaign marketing yang tepat, mulai dari event marketing hingga brand collaboration, untuk membuka jalan bagi tim sales. Jenis-Jenis Campaign Marketing dan Cara Memilihnya untuk Business Development Strategy bisa jadi bacaan lanjutan kalau kamu ingin memahami sisi strategisnya lebih dalam.

Apa Itu Business Development Executive?

Business development executive adalah profesional yang menjalankan strategi pertumbuhan bisnis sehari-hari, mulai dari riset pasar, mencari mitra potensial, hingga menjaga hubungan dengan klien kunci. Posisi ini sering dianggap sebagai titik temu antara strategi (BD) dan eksekusi (sales), karena BD executive tetap perlu memahami proses penjualan meski fokus utamanya bukan closing.

Untuk memahami istilah-istilah yang sering dipakai profesional BD sehari-hari seperti pipeline, prospecting, atau closing, kamu bisa cek 40 Istilah Business Development yang Wajib Diketahui Pemula supaya tidak bingung saat interview atau membaca deskripsi lowongan.

Berikut jenjang karier umum di bidang business development, dari level junior hingga senior:

  1. Business Development Representative/Associate. Posisi entry level yang fokus riset pasar, mencari leads, dan membantu tim senior dalam eksekusi strategi awal.
  2. Business Development Executive. Mengelola pipeline klien, membuat presentasi bisnis, dan mulai membangun hubungan langsung dengan mitra atau klien baru.
  3. Business Development Manager. Memimpin tim BD junior, menyusun strategi akuisisi klien, dan bertanggung jawab atas target revenue tim.
  4. Senior Business Development Manager hingga Head of BD. Menyusun strategi jangka panjang, menangani klien besar, dan menjadi decision maker yang berdampak langsung pada arah pertumbuhan perusahaan.

Kalau kamu penasaran seperti apa peta lengkap jenjang karier ini beserta kisaran gaji tiap levelnya, kamu bisa baca lebih dalam di artikel Career Path Business Development: Panduan Lengkap dari Entry Level hingga Head of BD.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu, Business Development atau Sales?

Pertanyaan ini sebenarnya lebih soal preferensi kerja daripada mana yang lebih baik. Business development cenderung cocok untuk kamu yang:

  • Suka berpikir strategis dan menikmati proses membangun sesuatu dari nol, meski hasilnya baru terlihat setelah beberapa bulan.
  • Nyaman bernegosiasi dalam skala kemitraan, bukan sekadar transaksi satu kali.
  • Tertarik memahami pasar secara luas, bukan hanya produk yang sedang dijual.

Sementara sales lebih cocok untuk kamu yang:

  • Suka tantangan target jangka pendek dan merasa termotivasi oleh angka yang bisa dicapai harian atau mingguan.
  • Menikmati interaksi langsung dengan calon pelanggan dan proses closing.
  • Ingin penghasilan yang bisa naik cepat lewat komisi begitu skill closing sudah terasah.

Kalau kamu masih fresh graduate dan bingung memulai dari mana, kabar baiknya kedua jalur ini sama-sama terbuka lebar untuk pemula. Apakah Karier Business Development Cocok untuk Fresh Graduate? Begini Faktanya! membahas lebih detail soal peluang dan skill yang perlu disiapkan.

Baca Juga: Apakah Business Development Harus Jago Jualan? Ini Penjelasannya!

Gaji dan Peluang Karier Business Development di Indonesia

Business development termasuk profesi dengan permintaan tinggi di pasar kerja Indonesia. Menurut data JobStreet per April-Mei 2026, gaji business development berkisar Rp3 juta hingga Rp16 juta per bulan tergantung level dan industri, dengan lebih dari 29.339 lowongan aktif yang relevan dengan posisi ini. Angka ini menunjukkan bahwa BD bukan sekadar tren, tapi kebutuhan nyata di berbagai sektor mulai dari teknologi, e-commerce, fintech, hingga startup.

Selain jenjang karier yang jelas dari junior hingga Head of BD, negosiasi adalah salah satu skill yang paling menentukan kecepatan naik level di bidang ini. Skill Negosiasi Business Development: Rahasia Closing Deal dengan Klien bisa jadi panduan awal kalau kamu ingin mengasah kemampuan ini lebih serius. Kalau kamu ingin tahu lebih jauh alasan kenapa profesi ini makin dicari di era digital, Kenapa Business Development Jadi Karier Paling Dicari di Era Digital? Ini 5 Alasannya! mengulasnya lebih lengkap.

“Saya paham bahwa pendidikan saya tidak relevan dengan posisi sales & bisnis, tapi syukurnya, saya bisa memenuhi kriteria dari proses rekrutmen berbekal ilmu, pengetahuan, dan pengalaman dari bootcamp.” — Rizky Tri A., Fresh Graduate, kini After Sales Consultant di PT. United Tractors (Astra), Alumni Business Development Bootcamp Tempat Belajar

Cerita Rizky menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan yang tidak relevan bukan penghalang untuk masuk ke dunia BD maupun sales, asal dibekali skill dan pengalaman praktik yang tepat.

Bangun Karier Business Development di Bootcamp Tempatbelajar

Sekarang kamu sudah paham bedanya business development dan sales, sekaligus tahu bahwa keduanya sama-sama butuh fondasi skill yang kuat untuk bisa berkembang cepat. Di Bootcamp Business Development Tempatbelajar.id, kamu akan belajar langsung dari praktisi industri, mulai dari riset pasar, business model canvas, hingga proses sales end-to-end yang dibutuhkan baik untuk jalur BD maupun sales.

Ada dua pilihan kelas yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Kelas Professional (kisaran Rp2 juta-Rp3 jutaan) fokus membekali kamu dengan fondasi strategi dan praktik BD melalui studi kasus dan roleplay. Kelas Career Accelerator (kisaran Rp5 juta-Rp7 jutaan) menambahkan real project bersama mitra bisnis, bimbingan karier 1-on-1, dan penyaluran magang langsung, sehingga kamu keluar dengan portofolio nyata, bukan cuma sertifikat.

Seluruh kelas berlangsung online lewat kombinasi live Zoom dan rekaman, jadi tetap fleksibel meski kamu masih kuliah atau sedang bekerja paruh waktu. Cocok untuk pemula, fresh graduate, job seeker, dan career switcher dari jurusan apapun yang ingin serius membangun karier di bidang business development atau sales.

FAQ Seputar Business Development dan Sales

Apakah business development lebih baik daripada sales? Tidak ada yang lebih baik, keduanya punya kelebihan masing-masing tergantung minat kamu. BD cocok untuk yang suka strategi jangka panjang, sales cocok untuk yang suka tantangan target cepat dengan komisi besar.

Apakah business development bisa merangkap sebagai sales? Bisa, terutama di startup atau perusahaan kecil dengan tim ramping. Namun begitu perusahaan berkembang, kedua fungsi ini biasanya dipisah karena KPI dan cara kerjanya berbeda.

Berapa gaji business development untuk fresh graduate? Untuk level entry seperti Business Development Representative, gaji rata-rata berkisar Rp4-6,5 juta per bulan, tergantung industri dan skala perusahaan.

Apakah business development harus punya latar belakang bisnis? Tidak harus. Banyak profesional BD sukses justru berasal dari jurusan yang tidak relevan, asal punya skill komunikasi, negosiasi, dan kemauan belajar yang kuat.

Skill apa yang paling penting untuk pindah dari sales ke business development? Kemampuan berpikir strategis dan riset pasar adalah dua skill kunci. Kalau kamu sudah terbiasa closing di sales, modal komunikasi dan negosiasi yang kamu punya justru jadi keuntungan besar saat masuk ke BD.

Kesimpulan

Business development dan sales memang saling terkait erat, tapi bukan hal yang sama. BD berperan sebagai arsitek strategi yang membuka peluang jangka panjang, sementara sales adalah eksekutor yang mengubah peluang itu menjadi revenue nyata. Memahami perbedaan ini penting supaya kamu tidak salah pilih jalur karier atau salah ekspektasi saat melamar kerja.

Kalau kamu tertarik menekuni salah satu atau bahkan kedua jalur ini, mulai dari fondasi yang kuat lewat praktik langsung disini.

Artikel Lainnya

© 2026 Tempat Belajar Digital School