Kamu pernah mengirim proposal atau melakukan presentasi ke calon klien, tetapi setelah meeting berakhir tidak ada kabar lanjutan? Dalam banyak kasus, masalahnya bukan pada produk yang ditawarkan, melainkan cara menyampaikan nilai bisnisnya melalui sales deck.
Sales deck merupakan salah satu alat penting dalam proses penjualan karena membantu calon klien memahami masalah yang dihadapi, solusi yang ditawarkan, hingga alasan mengapa mereka perlu memilih bisnis kamu. Sales deck yang baik harus mampu membangun kepercayaan dan membantu mempercepat proses pengambilan keputusan.
Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari cara membuat sales deck yang menarik, struktur, dan cara menyusun presentasi penjualan yang efektif untuk membantu meningkatkan peluang closing.
Apa Itu Sales Deck?
Sales deck adalah presentasi yang digunakan oleh tim penjualan untuk mengenalkan produk, layanan, atau solusi kepada calon pelanggan. Sales deck bertujuan untuk membantu prospek memahami masalah yang mereka hadapi, solusi yang ditawarkan, dan nilai yang bisa diperoleh jika menggunakan produk atau layanan.
Sales deck berfungsi sebagai alat komunikasi visual untuk membantu menjelaskan penawaran dengan terstruktur dan persuasif dalam proses penjualan. Sales deck biasanya digunakan saat meeting dengan calon klien, presentasi penawaran, maupun sesi pitching untuk membantu mempercepat pengambilan keputusan.
Pentingnya Sales Deck dalam Proses Penjualan
Dalam proses penjualan, calon pelanggan dapat memahami masalah yang dihadapi, solusi yang ditawarkan, serta manfaat yang bisa diperoleh dari produk atau layanan tersebut. Sales deck juga harus didukung visual, data, dan alur cerita yang tepat, sehingga calon pelanggan lebih mudah memahami manfaat yang ditawarkan dan dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat. .
Berikut beberapa alasan mengapa sales deck penting dalam proses penjualan antara lain:
- Membantu menjelaskan solusi lebih terstruktur sehingga memudahkan calon pelanggan memahami penawaran.
- Meningkatkan kredibilitas bisnis melalui data, studi kasus, testimoni, atau portofolio.
- Memperjelas value proposition atau alasan pemilihan produk dan layanan daripada kompetitor lain.
- Meningkatkan peluang closing dengan menunjukkan manfaat dan hasil yang dapat diperoleh pelanggan.
Baca Juga: Peran Riset Pasar bagi Business Developer: Fondasi untuk Mencari Peluang Pertumbuhan
Apa Saja Struktur Sales Deck yang Efektif untuk Closing?
Sales deck yang efektif tidak hanya berisi informasi tentang perusahaan atau produk. Isi dan urutannya perlu disusun secara strategis agar calon pelanggan memahami masalah yang mereka hadapi, melihat solusi yang ditawarkan, hingga yakin untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu, setiap slide dalam sales deck sebaiknya memiliki tujuan yang jelas dalam mendukung proses penjualan.
Berikut struktur sales deck yang umum digunakan untuk membantu meningkatkan peluang closing
1. Cover Profesional
Slide pertama ini merupakan pembuka yang berfungsi memberikan kesan pertama kepada calon pelanggan.
Isi yang ditampilkan:
- Nama perusahaan
- Logo perusahaan
- Judul presentasi
- Nama calon klien (opsional)
- Tanggal presentasi
2. Perkenalan Singkat Perusahaan
Setelah pembukaan, kamu bisa jelaskan secara singkat perusahaan kamu dan bidang yang dijalankan.
Isi yang ditampilkan:
- Profil singkat perusahaan
- Pengalaman atau spesialisasi
- Klien yang pernah ditangani
- Pencapaian penting
3. Masalah yang Dihadapi Calon Pelanggan
Salah satu cara membangun ketertarikan adalah menunjukkan kamu memahami tantangan yang dihadapi calon pelanggan.
Contoh: Jika sebuah perusahaan mempresentasikan produk software HR/Payroll ke pemilik bisnis (CEO/HRD), ini isi slide masalahnya:
- Tim HR menghabiskan 3–5 hari setiap bulan hanya untuk menghitung payroll secara manual sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk pengembangan SDM menjadi terhambat.
- Kesalahan input data lembur dan absensi secara manual berisiko menimbulkan human error yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya operasional perusahaan.
- Proses payroll yang tidak efisien berpotensi menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji yang berdampak pada kepuasan dan retensi karyawan. i.
4. Solusi
Pada struktur atau slide ini, kamu dapat tunjukkan produk atau layanan dapat membantu mengatasi masalah calon pelanggan. Kamu harus fokus pada manfaat dan hasil yang bisa diperoleh pelanggan.
Isi yang dapat ditampilkan:
- Cara produk atau layanan menyelesaikan masalah pelanggan
- Cara kerja produk atau layanan
- Fitur utama yang relevan dengan kebutuhan pelanggan
- Manfaat yang didapat pelanggan
- Hasil yang dapat dicapai setelah menggunakan produk atau layanan, seperti peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, atau pertumbuhan penjualan.
5. Produk atau Layanan yang Ditawarkan
Pada struktur atau slide ini, kamu dapat menjelaskan produk atau layanan lebih detail agar calon pelanggan memahami apa yang akan mereka dapatkan.
Isi yang dapat ditampilkan:
- Fitur utama
- Ruang lingkup layanan
- Deliverables
- Proses kerja
Baca Juga: Jenis-Jenis Campaign Marketing dan Cara Memilihnya untuk Business Development Strategy
6. Studi Kasus atau Testimoni
Testimoni dapat membantu meningkatkan kepercayaan calon pelanggan. Kamu dapat tampilkan hasil kerja yang pernah dicapai atau testimoni dari klien sebelumnya.
Isi yang dapat ditampilkan:
- Studi kasus singkat
- Hasil yang berhasil dicapai
- Kutipan testimoni pelanggan
- Logo klien yang pernah bekerja sama
7. Penawaran Paket dan Harga
Setelah calon pelanggan mengetahui dan memahami manfaat yang ditawarkan kamu bisa menjelaskan paket layanan atau pilihan harga yang tersedia.
Isi yang dapat ditampilkan:
- Paket layanan
- Fasilitas yang diperoleh
- Rentang harga
- Opsi kerja sama
8. Call-to-Action (CTA)
Akhiri sales deck dengan langkah berikutnya berupa ajakan mengambil tawaran produk.
Contoh CTA:
“Mulai uji coba gratis 14 hari sekarang”
“Dapatkan analisis audit gratis untuk sistem yang Anda gunakan saat ini.”
“Mari Atur Jadwal Diskusi Strategi 15 Menit (Gratis)”
Cara Membuat Sales Deck yang Menarik dan Closing Lebih Cepat
Dalam membuat sales deck yang menarik untuk klien, kamu harus memperhatikan beberapa hal, seperti desain yang profesional, kemampuan menyampaikan pesan penjualan dengan jelas, dan informasi relevan dengan kebutuhan calon pelanggan. Menurut berbagai panduan dari HubSpot dan Salesforce, sales deck yang efektif berfokus pada masalah yang dihadapi pada peluang, menawarkan solusi yang tepat, dan bukti yang meningkatkan kepercayaan calon pelanggan. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk membuat sales deck yang lebih menarik dan membantu mempercepat proses closing.
1. Pahami Kebutuhan Calon Pelanggan
Sebelum membuat sales deck, kamu harus riset industri, tantangan, dan kebutuhan calon pelanggan. Sehingga, kamu dapat menyusun presentasi yang relevan dan personal daripada menggunakan materi yang sama untuk semua klien.
2. Mulai dengan Masalah yang Dihadapi Pelanggan
Mulailah dengan menunjukkan bahwa kamu memahami masalah yang sedang dihadapi calon pelanggan. Cara ini membuat audiens lebih mudah memahami alasan pentingnya solusi yang ditawarkan
3. Tampilkan Solusi yang Relevan
Setelah menjelaskan permasalahan, kamu dapat menjelaskan juga solusi dari produk atau layanan yang ditawarkan. Kamu harus fokus menjelaskan fitur, manfaat, dan hasil yang bisa didapatkan pelanggan. Sehingga, calon pelanggan dapat memahami nilai dan dampak dari solusi yang ditawarkan.
4. Gunakan Visual yang Mendukung Penyampaian Pesan
Kamu dapat menggunakan visual seperti grafik, diagram, ikon, ilustrasi, dan gambar dalam presentasi sales deck yang dapat membantu audiens memahami informasi. Selain membuat presentasi lebih menarik, visual juga membantu mengurangi penggunaan teks yang terlalu panjang sehingga informasi lebih mudah dipahami audiens.
5. Tambahkan Data, Testimoni, atau Studi Kasus
Data, testimoni, dan Studi Kasus dapat membantu meningkatkan kepercayaan bisnis kepada calon pelanggan. Kamu dapat menambahkan hasil yang pernah dicapai, testimoni pelanggan, atau studi kasus yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Sehingga data, studi kasus, dan testimoni membantu calon pelanggan lebih yakin pada solusi yang ditawarkan.
Baca Juga: Apakah Business Development Harus Jago Jualan? Ini Penjelasannya!
6. Gunakan Storytelling untuk Membangun Alur Presentasi
Penyampaian presentasi dengan cara storytelling seperti alur yang jelas, masalah, solusi, dampak, dan hasil diperoleh oleh pelanggan dapat lebih efektif. Penggunaan storytelling juga memudahkan audiens memahami presentasi.
7. Sesuaikan Sales Deck dengan Tahap Pembelian Pelanggan
Calon pelanggan yang baru mengenal bisnis kamu biasanya membutuhkan informasi daripada pelanggan yang sudah mempertimbangkan untuk membeli. Oleh karena itu, kamu perlu sesuaikan isi sales deck dengan kebutuhan dan tahap pengambilan keputusan mereka. Sehingga, dapat membantu mempercepat evaluasi dan meningkatkan peluang closing.
8. Fokus pada Hasil yang Ingin Dicapai Pelanggan
Selain menjelaskan fitur produk atau layanan, kamu dapat tunjukkan hasil yang dapat diperoleh pelanggan setelah menggunakan solusi yang ditawarkan. Misalnya peningkatan penjualan, efisiensi operasional, atau penghematan biaya.
9. Akhiri dengan Call-to-Action
Setelah menjelaskan dan menawarkan solusi, manfaat, dan dampak, kamu juga perlu berikan langkah berikutnya berupa Call-to Action kepada calon pelanggan. Misalnya, mengatur jadwal diskusi lebih lanjut, meminta proposal resmi, menggunakan uji coba produk, atau konsultasi lebih lanjut.
Tools Membuat Sales Deck yang Menarik
Saat ini, ada banyak tools yang digunakan untuk membuat sales deck, mulai dari platform presentasi sederhana hingga aplikasi berbasis AI. Pemilihan tools dapat membantu tim sales atau business development membuat presentasi yang profesional, mudah dipahami, dan menarik bagi calon pelanggan. Berikut beberapa tools yang umum digunakan untuk membuat sales deck.
1. Google Slides
Google Slides adalah aplikasi presentasi berbasis cloud yang menjadi bagian dari Google Workspace. Tools ini banyak digunakan oleh startup, agency, dan tim business development. Melalui Google slide, beberapa anggota tim dapat membuat, mengedit, dan memberikan masukan pada sales deck secara bersamaan. Sehingga, tim dapat mempercepat proses penyusunan presentasi tanpa harus mengirim banyak versi file kepada anggota tim lainnya.
2. Canva
Canva adalah platform desain visual yang banyak digunakan oleh content creator, marketer, UMKM, hingga tim bisnis untuk membuat banyak kebutuhan visual, termasuk presentasi sales deck. Beberapa fitur Canva seperti drag-and-drop dan koleksi template yang lengkap, Canva membantu pengguna membuat presentasi profesional. Tools ini juga sering dimanfaatkan oleh tim sales untuk membuat proposal dan presentasi yang menarik dalam bentuk visual.
3. Pitch
Pitch merupakan platform presentasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis dan kolaborasi tim. Tools ini banyak digunakan oleh startup, SaaS company, dan tim business development untuk membuat sales deck, proposal bisnis, maupun presentasi investor. Pitch juga menyediakan fitur analytics yang memungkinkan pengguna melihat bagaimana audiens berinteraksi dengan presentasi yang dibagikan.
4. Gamma
Gamma merupakan platform presentasi berbasis AI yang membantu pengguna membuat sales deck, proposal, dan presentasi bisnis. Tools ini banyak digunakan oleh startup, konsultan, dan tim bisnis yang membutuhkan presentasi profesional dalam waktu cepat. Melalui fitur AI, pengguna dapat membuat draft presentasi hanya dari prompt atau outline, sehingga proses pembuatan sales deck menjadi efisien daripada menyusun slide secara manual.
Mulai Buat Sales Deck yang Membantu Closing Lebih Cepat
Sales deck merupakan alat komunikasi yang membantu calon pelanggan memahami masalah yang dihadapi, solusi, dampak, dan nilai yang diperoleh dari produk atau layanan kamu. Sales deck juga membantu membangun kepercayaan dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
Kemampuan membuat sales deck yang efektif merupakan salah satu keterampilan penting dalam business development. Namun dalam praktiknya, seorang Business Development juga perlu memahami riset pasar, strategi penjualan, negosiasi, hingga membangun partnership agar proses closing dapat berjalan lebih optimal.
Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan menyusun strategi penjualan, membuat presentasi bisnis yang efektif kamu dapat mengikuti Business Development Bootcamp di Tempatbelajar.id. Melalui program ini, kamu dapat belajar bersama mentor berpengalaman dan kompeten dari berbagai perusahaan seperti Mekari, Redoorz, Kirimanaja, dan Elevate Future Labs. Selama 3 bulan, kamu belajar seputar research market, memahami revenue model, memahami pitching dan negosiasi dengan klien, strategic partnership, dan berbagai materi yang dapat kamu pelajari. Kamu juga bisa mendapatkan rapor dan sertifikat untuk mendukung karier kamu.
FAQ
Apa perbedaan sales deck dan pitch deck?
Sales deck dan pitch deck sama-sama digunakan untuk presentasi bisnis, tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Sales deck digunakan untuk membantu proses penjualan kepada calon pelanggan yang berfokus pada masalah, solusi, manfaat produk, dan ajakan untuk mengambil tindakan agar tertariik dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Sedangkan, pitch deck digunakan untuk mempresentasikan bisnis kepada investor dan berfokus pada visi perusahaan, ukuran pasar, proyeksi keuangan, keunggulan tim, dan potensi ROI
Berapa jumlah slide ideal dalam sales deck?
Tidak ada jumlah slide yang baku, tetapi sales deck sebaiknya dibuat ringkas dan fokus pada informasi yang paling relevan. Umumnya, sales deck terdiri dari 8–15 slide yang mencakup permasalahan pelanggan, solusi yang ditawarkan, manfaat utama, studi kasus atau testimoni, hingga call-to-action. Jumlah slide dapat disesuaikan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
Apa kesalahan yang sering terjadi saat membuat sales deck?
Kesalahan yang terjadi saat membuat sales deck adalah terlalu banyak membahas perusahaan, menggunakan slide yang penuh teks, tidak menjelaskan manfaat bagi pelanggan, dan tidak menambahkan data atau bukti pendukung seperti testimoni dan studi kasus.
