Daftar Isi

10 Ide Konten TikTok untuk Brand yang Sering Viral (+ Contoh Real)

10 Ide Konten TikTok untuk Brand yang Sering Viral (+ Contoh Real)

Daftar Isi

TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan untuk membangun audiens, mempromosikan bisnis, hingga menghasilkan penjualan melalui konten video pendek. Selain itu, TikTok juga dimanfaatkan brand untuk meningkatkan awareness, membangun komunitas, hingga mendorong penjualan. Banyak brand yang konsisten mengunggah konten, tetapi kesulitan mendapatkan engagement maupun menjangkau audiens secara luas.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya variasi ide konten yang sesuai dengan karakter audiens TikTok. Dengan konsep yang tepat dan relevan, brand dapat menjangkau lebih banyak pengguna secara organik.

Lalu, konten seperti apa yang sering menarik perhatian pengguna TikTok? Simak 10 ide konten TikTok untuk brand yang sering viral dan contoh yang dapat menjadi inspirasi untuk strategi content marketing kamu.

10 Ide Konten TikTok untuk Brand yang Sering Viral

Berikut 10 ide konten TikTok yang bisa menjadi inspirasi untuk meningkatkan engagement brand kamu.

1. Konten Before-After

Konten before-after efektif digunakan ketika brand memiliki hasil yang dapat ditunjukkan secara visual, misalnya perubahan kondisi kulit, hasil renovasi, pertumbuhan bisnis, atau transformasi desain.

Format: 

  • Foto before-after
  • Video transformasi 
  • Carousel perubahan proses

Ide eksekusi:

  • Menampilkan kondisi sebelum dan sesudah penggunaan produk.
  • Menunjukkan perkembangan hasil program dalam 30 hari.
  • Membandingkan performa bisnis sebelum dan sesudah menggunakan layanan.
  • Menampilkan hasil desain atau sebelum dan setelah proyek selesai.

Tips:

  • Gunakan visual yang jelas dan mudah dibandingkan.
  • Tampilkan perubahan yang benar-benar terlihat.
  • Tambahkan keterangan waktu jika proses perubahan membutuhkan beberapa hari atau minggu.

Contoh:

  • Brand skincare seperti Glad2Glow sering menggunakan konten ini untuk menunjukkan hasil penggunaan sebelum dan sesudah produk mereka kepada pengguna.

2. Konten Challenge

Challenge merupakan salah satu format konten yang identik dengan TikTok. Brand dapat membuat atau mengikuti tantangan yang mendorong audiens untuk berpartisipasi dan membuat konten yang sama dengan menyesuaikan campaign marketing. Kamu dapat menggunakan konten ini ketika ada tren, challenge, atau audio viral yang relevan dengan target audiens dan identitas brand.

Format:

  • Challenge dengan hashtag tertentu
  • Dance challenge
  • Trend audio
  • Mengikuti tren viral

Ide eksekusi:

  • Mengikuti challenge yang sedang viral beserta produk.
  • Membuat challenge yang melibatkan pelanggan.
  • Menggunakan audio tren yang relevan dengan brand.

Tips:

  • Buat tantangan yang sederhana dan mudah diikuti.
  • Gunakan hashtag khusus untuk mengumpulkan partisipasi.
  • Berikan insentif seperti hadiah atau fitur repost.

Contoh:

  • Brand minuman seperti Pocari Sweat dan Aqua sering memanfaatkan kampanye yang mengajak audiens membuat versi mereka sendiri menggunakan hashtag tertentu.

3. Konten Behind-the-Scenes

Konten behind-the-scenes (BTS) memperlihatkan proses yang biasanya tidak dilihat oleh pelanggan. Format ini membantu membangun kepercayaan sekaligus membuat brand terasa lebih dekat dengan audiens. Konten ini dapat kamu gunakan ketika brand ingin membangun kedekatan, proses pembuatan produk, konten, maupun layanan 

Format konten:

  • Video proses produksi
  • Aktivitas tim
  • Persiapan acara
  • Packing pesanan

Ide eksekusi:

  • Menampilkan proses pembuatan produk.
  • Memperlihatkan aktivitas tim sehari-hari.
  • Menunjukkan proses pengemasan pesanan.

Tips:

  • Tunjukkan proses produksi atau persiapan yang autentik dan natural.
  • Libatkan anggota tim agar konten terasa lebih personal.
  • Gunakan format video singkat dan natural.

Contoh:

  • Brand minuman kopi sachet, seperti Torabika creamy latte yang mengungkap proses produksi iklan.
  • Brand pakaian, seperti Erigo memperlihatkan proses produksi, pemotretan produk, hingga aktivitas tim di balik peluncuran produk baru.

4. Konten Quick Tips & How-To

Konten edukatif singkat menjadi salah satu format yang paling sering memberikan dampak positif yang mengedukasi, sehingga meningkatkan save dan share. Audiens menyukai informasi yang praktis dan bisa langsung diterapkan. Trend ini dapat kamu eksekusi ketika ingin memberikan solusi praktis, edukasi, atau membantu audiens menyelesaikan masalah berkaitan dengan produk atau layanan.

Format konten:

  • Video dan carousell Tutorial
  • Tips singkat
  • Quick hack
  • How-to video

Ide eksekusi:

  • Membagikan tips menggunakan produk.
  • Membuat tutorial singkat 30–60 detik.
  • Menjawab masalah yang sering dialami pelanggan.

Tips:

  • Fokus pada satu masalah dalam satu video.
  • Gunakan step by step.
  • Sampaikan informasi secara ringkas.
  • Tambahkan teks agar mudah dipahami tanpa suara.

Contoh:

Brand kosmetik, seperti Wardah sering membagikan tutorial makeup singkat, tips memilih produk, hingga cara menggunakan produk sesuai jenis kulit.

5. Konten POV (Point-of-View)

Buat skenario yang relatable yang mungkin pernah dialami oleh audiens. Konten POV memungkinkan audiens membayangkan diri dan berimajinasi berada dalam situasi tertentu. Kamu dapat membuat konten ini saat brand ingin menyampaikan pengalaman, situasi, atau masalah yang relatable dari sudut pandang tertentu.

Format konten:

  • Video POV
  • Sketsa singkat
  • Pengalaman pelanggan menggunakan produk
  • Situasi sehari-hari pelanggan

Ide eksekusi:

  • POV: Kamu menemukan skincare yang cocok setelah mencoba banyak produk.
  • POV: Day one buka jastip langsung digeruduk customer
  • POV: Tim desain saat klien minta revisi ke-15.

Tips:

  • Gunakan situasi yang relatable.
  • Fokus pada pengalaman audiens.
  • Buat alur cerita yang singkat dan jelas.

Contoh:

Brand detergen, seperti Rinso yang membagikan campaign “Bu Yati” dari sudut pandang karyawan laundry, yang terlihat seperti konten otentik dan tidak seperti iklan.

6. Konten Fakta vs Mitos

Format ini memanfaatkan rasa penasaran audiens dengan membandingkan informasi yang benar dan yang salah. Kamu dapat membuat konten fakta dan mitos ini saat terdapat banyak salah anggapan atau informasi yang sering disalahpahami oleh audiens.

Format konten:

  • Video menjelaskan fakta dan mitos suatu produk atau layanan
  • Slide carousel 
  • Foto menjelaskan fakta dan mitos suatu produk atau layanan

Ide eksekusi:

  • Membahas salah anggapan yang sering terjadi di masyarakat.
  • Menjelaskan fakta berdasarkan data atau pengalaman.
  • Mengedukasi pelanggan mengenai produk.

Tips

  • Pilih mitos yang sering dipercaya audiens.
  • Tambahkan penjelasan yang mudah dipahami.
  • Gunakan sumber yang terpercaya jika membahas topik sensitif.

Contoh

Halodoc, sering membuat konten edukasi kesehatan yang membahas mitos dan fakta seputar penyakit, pola hidup sehat, maupun penggunaan obat.

7. Konten Tren Saat Ini (Trend-Jacking)

Konten trend-jacking adalah strategi memanfaatkan tren yang sedang populer untuk meningkatkan peluang konten ditemukan pengguna. Konten ini dapat kamu gunakan saat beredar tren viral yang relevan dengan produk, layanan, atau pesan brand.

Format konten:

  • Meme
  • Audio viral
  • Tren dengan jokes viral dengan mengaitkan suatu brand

Ide eksekusi:

  • Mengadaptasi meme viral.
  • Menghubungkan tren dengan produk.
  • Membuat versi brand dari tren yang sedang viral.

Tips:

  • Ikuti tren yang masih relevan dengan brand.
  • Bergerak cepat sebelum tren menurun.
  • Tambahkan sudut pandang yang unik.

Contoh:

Tokopedia dan Shopee aktif mengadaptasi audio viral, meme, dan format tren TikTok ke dalam konten promosi mereka.

8. Konten Berdasarkan Komentar Pengguna

TikTok menyediakan fitur membalas komentar dengan video. Format ini membantu meningkatkan interaksi sekaligus menghasilkan ide konten baru. Konten ini boleh dicoba ketika banyak pertanyaan, masukan, atau komentar yang dapat dijadikan ide konten baru.

Format konten:

  • Reply to comment
  • Tanya jawab
  • Video respon sesuai balasan audiens

Ide eksekusi:

  • Menjawab pertanyaan pelanggan.
  • Membahas komentar yang sering muncul.
  • Membuat video berdasarkan permintaan audiens. 

Tips:

  • Jawab secara spesifik dan bermanfaat.
  • Gunakan komentar asli sebagai pembuka video.
  • Dorong audiens untuk bertanya lebih lanjut.

Contoh:

  • UMKM kuliner di TikTok memanfaatkan fitur balas komentar dengan video untuk menjawab pertanyaan pelanggan seputar harga, lokasi, rasa, atau proses pembuatan produk.
  • Brand kosmetik, seperti MS Glow cukup sering menjawab pertanyaan audiens melalui format video pendek.

9. Konten Mini-Series

Konten mini-series membuat audiens penasaran dan menunggu kelanjutan konten berikutnya. Kamu boleh mencoba konten ini ketika materi atau cerita terlalu panjang untuk dijelaskan dalam satu video dan ingin meningkatkan audiens kembali berinteraksi atau mengikuti akun.

Format konten:

  • Part 1, Part 2, Part 3
  • Storytelling bersambung
  • Studi kasus bertahap
  • Behind the scenes proyek

Ide eksekusi:

  • “Perjalanan UMKM dari 0 hingga 1.000 pelanggan (Part 1-5)”
  • “Kesalahan Buat Konten yang Bikin Viral (Part 1-3)”
  • “Behind The Scenes Pembuatan Produk Baru (Episode 1-4)”
  • “Drama series menggunakan produk tertentu (Part 1-10)”

Tips:

  • Tentukan tema yang konsisten.
  • Buat alur cerita yang sengaja diakhiri pada momen menegangkan, genting, atau menggantung di akhir video.
  • Beri nomor pada setiap episode.

Contoh:

  • Brand edutech, seperti Ruangguru membuat seri edukasi yang dibagi menjadi beberapa episode agar pengguna mengikuti kelanjutan kontennya.
  • Brand layanan transportasi, seperti Gojek yang membuat mini series komedi situasi bertema ramadhan atau hari besar. Ceritanya biasa berfokus pada perjuangan driver ojek online atau lika-liku kehidupan pelanggan yang akhirnya terselesaikan berkat fitur aplikasi tersebut.

10. Konten Humor

Humor menjadi salah satu jenis konten yang paling sering dibuat dan dibagikan di TikTok karena mudah menghibur dan relatable dengan audiens. Konten ini dapat kamu gunakan saat brand ingin meningkatkan engagement, share, dan membuat konten yang lebih mudah diingat oleh audiens.

Format konten:

  • Relatable workplace humor.
  • Customer experience humor.
  • Meme yang relevan dengan industri.

Ide eksekusi:

  • Membahas masalah yang sering dialami pelanggan.
  • Membuat meme yang relevan dengan industri.

Tips:

  • Angkat situasi yang dekat dengan audiens.
  • Gunakan tren atau meme yang sedang populer.
  • Hubungkan dengan identitas brand.

Contoh:

Brand minuman, seperti Nu Green Tea yang berfokus pada konten “Chill”. Mereka sering membuat sketsa komedi tentang nasib sial anak muda

Kesalahan Brand Saat Membuat Konten TikTok

Banyak brand yang konsisten mengunggah konten, tetapi kesulitan mendapatkan views, interaksi, atau followers karena melakukan beberapa kesalahan yang umum terjadi. Berikut beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat membuat konten TikTok untuk brand.

1. Terlalu Fokus pada Promosi Produk

Jangan menjadikan setiap konten sebagai materi promosi. Padahal, pengguna TikTok umumnya lebih tertarik pada konten yang menghibur, mengedukasi, atau memberikan pengalaman yang relevan daripada iklan yang terlalu menjual.

2. Mengikuti Tren Tanpa Relevansi dengan Brand

Mengikuti tren memang dapat membantu meningkatkan visibilitas konten. Namun, jika memaksakan tren yang tidak sesuai dengan identitas brand atau target audiens, pesan yang disampaikan justru menjadi kurang efektif.

Baca Juga: Cara Membuat Konten Viral di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula 2026

3. Tidak Memiliki Hook yang Menarik

Penggunaan hook pada beberapa detik pertama sangat menentukan apakah pengguna akan melanjutkan menonton video atau langsung lanjut ke konten berikutnya.

4. Mengabaikan Interaksi dengan Audiens

TikTok adalah platform yang bermanfaat untuk membangun komunikasi dengan audiens. Jika kamu mengabaikan komentar, mengabaikan pertanyaan pengguna, atau jarang berinteraksi dapat mengurangi peluang membangun komunitas.

5. Tidak Konsisten Mengunggah Konten

Dibutuhkan konsistensi dalam menumbuhkan akun TikTok. Jika brand jarang mengunggah konten, peluang untuk menjangkau audiens baru dan membangun engagement menjadi sulit dan terbatas.

6. Tidak Memanfaatkan Data Analitik

TikTok menyediakan fitur dengan berbagai data yang dapat membantu memahami performa konten, seperti jumlah tayangan, waktu tonton, dan tingkat interaksi. Jika kamu tidak memanfaatkan data tersebut, brand akan kesulitan mengetahui strategi konten yang paling efektif untuk dikembangkan. Kamu bisa memantau data TikTok dengan mengakses laman TikTok Studio

Baca Juga: 7 Metrik Media Sosial yang Wajib Dipahami Social Media Specialist

Buat Konten TikTok Viral Brand Kamu Sekarang!

Banyak orang mengira konten viral hanya bergantung pada keberuntungan atau mengikuti tren. Padahal, di balik konten yang berhasil menjangkau jutaan pengguna biasanya terdapat kombinasi beberapa skill penting, seperti Content Research, Copywriting dan Hook Writing, Social Media Analytics, Content Planning, Video Content Strategy, dan Consumer Behavior. Skill-skill tersebut menjadi fondasi yang membantu brand memahami audiens dan membuat konten yang lebih relevan.

Jika kamu ingin mempelajari cara membuat konten TikTok yang tidak hanya viral tetapi juga menghasilkan leads dan penjualan, kamu dapat mengikuti Professional Bootcamp Digital Marketing di Tempatbelajar.id. Melalui program 3 bulan, kamu dapat belajar dengan 54+ sesi bersama mentor praktisi dari perusahaan seperti Grab, Traveloka, dan DBS Bank. Kamu juga bisa belajar social media marketing, ads marketing, copywriting, KOL marketing, dan masih banyak lagi yang kamu pelajari untuk membuat konten dan memasarkan produk brand kamu. 

FAQ

Apakah brand harus mengikuti tren TikTok agar bisa viral?

Tidak. Mengikuti tren dapat membantu meningkatkan visibilitas konten, tetapi tidak semua tren cocok untuk setiap brand. Konten yang relevan dengan target audiens dan identitas brand dapat memberikan hasil yang baik dalam jangka panjang.

Jenis konten TikTok apa yang paling sering mendapatkan engagement tinggi?

Konten edukasi singkat, behind-the-scenes, storytelling, humor, challenge, serta konten yang mengikuti tren biasanya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan like, komentar, share, dan save.

Apakah TikTok cocok untuk semua jenis bisnis?

Ya. TikTok dapat digunakan oleh berbagai jenis bisnis, mulai dari UMKM, brand fashion, kuliner, kecantikan, pendidikan, hingga perusahaan B2B. Kuncinya adalah menyesuaikan format dan gaya konten dengan karakteristik target audiens.

Artikel Lainnya

© 2026 Tempat Belajar Digital School