Sekarang, kerja remote menjadi salah satu gaya kerja yang semakin diminati sejak banyak perusahaan mulai membuka sistem kerja fleksibel maupun remote working. Keadaan ini juga membuat tren digital nomad semakin populer, termasuk di kalangan freelancer, content creator, hingga digital marketer dari Indonesia.
Banyak remote worker mulai memilih negara dengan biaya hidup lebih terjangkau, internet yang stabil, hingga lingkungan yang nyaman untuk bekerja. Namun, tidak semua negara cocok untuk kerja remote sebagai digital nomad.
Melalui artikel ini, kamu akan mengenal beberapa negara tujuan terbaik untuk kerja remote sebagai digital nomad dari Indonesia dan alasan mengapa negara tersebut terkenal di kalangan pekerja remote.
Apa Itu Digital Nomad?
Digital nomad merupakan istilah untuk seseorang yang bekerja online atau remote sambil tinggal maupun berpindah-pindah tempat, termasuk ke luar negeri. Karena pekerjaan dilakukan secara online, seorang digital nomad biasanya hanya membutuhkan laptop, internet, dan tempat kerja yang nyaman agar tetap produktif.
Mengapa Digital Nomad Terkenal?
Saat ini, gaya hidup digital nomad semakin populer di kalangan freelancer, remote worker, content creator, termasuk digital marketer. Berikut beberapa alasan mengapa gaya hidup digital nomad populer:
- Sistem kerja remote semakin banyak digunakan perusahaan
- Fleksibilitas bekerja dari mana saja
- Bisa mengatur work life balance lebih fleksibel
- Banyak negara mulai mendukung remote worker dan digital nomad
- Tersedia coworking space dan komunitas remote worker di berbagai negara
- Membuka pengalaman dan networking internasional
Baca Juga: Cara Kerja Remote untuk Pemula yang Belum Punya Skill Digital
Skill yang Cocok untuk Digital Nomad dan Remote Worker
Untuk menjadi digital nomad maupun remote worker, ada beberapa skill yang biasanya berhubungan dengan pekerjaan digital yang dapat dikerjakan dari mana saja selama memiliki laptop dan koneksi internet. Berikut beberapa skill yang sesuai untuk digital nomad dan remote worker.
1. Digital Marketing
Skill digital marketing banyak dibutuhkan karena banyak bisnis mulai memasarkan produk maupun layanan secara online. Digital marketing juga memiliki banyak spesialisasi seperti social media marketing, SEO, content marketing, ads marketing, dan berbagai spesialisasi lain.
2. Content Writing dan Copywriting
Banyak pekerja remote melakukan dua pekerjaan ini karena pekerjaan dapat dilakukan secara online. Skill ini biasanya dibutuhkan untuk menulis artikel, caption media sosial, email marketing, maupun copy iklan.
3. Graphic Design
Bagi pekerja remote maupun freelancer, skill desain grafis banyak dilakukan karena banyak brand membutuhkan konten visual untuk kebutuhan digital marketing.
Baca Juga: Top 10 Graphic Design Freelance Website untuk Kerja Remote & Global
4. Virtual Assistant
Skill virtual assistant juga dapat dilakukan secara online karena dapat membantu pekerjaan administrasi maupun operasional bisnis, seperti mengatur jadwal, membalas email, hingga membantu workflow kerja client secara remote.
5. Social Media Specialist
Di zaman sekarang, banyak bisnis membutuhkan social media specialist untuk membantu mengelola akun media sosial, membuat strategi konten, hingga meningkatkan engagement. Pekerjaan ini dilakukan secara online karena dapat menyusun strategi hingga analisis data, dilakukan lewat perangkat digital dan tidak memerlukan kehadiran fisik di kantor.
Baca Juga: Skill Kerja Remote yang Wajib Dikuasai di 2026 dan Cara Belajarnya dari Nol
7 Negara Tujuan Terbaik untuk Kerja Remote sebagai Digital Nomad dari Indonesia
Saat memilih negara untuk kerja remote sebagai digital nomad, ada beberapa hal menjadi pertimbangan, seperti biaya hidup, kualitas internet, keamanan, coworking space, hingga lingkungan yang nyaman untuk bekerja. Berikut beberapa negara populer bagi pekerja remote maupun digital nomad dari Indonesia.
1. Thailand
Thailand menjadi salah satu negara favorit digital nomad karena biaya hidup yang terjangkau dan memiliki banyak kota yang ramah untuk pekerja remote seperti Bangkok maupun Chiang Mai. Kedua kota ini sering disebut sebagai salah satu destinasi digital nomad paling populer di dunia karena biaya hidup yang sangat murah dan kafe yang ramah bagi pekerja remote.
Alasan populer:
- Estimasi biaya hidup sekitar Rp8-15 juta per bulan tergantung kota dan gaya hidup.
- Banyak coworking space dan komunitas internasional.
- Thailand memiliki program visa jangka panjang seperti Destination Thailand Visa (DTV) untuk pekerja remote dan freelancer.
2. Malaysia
Malaysia menjadi salah satu negara favorit digital nomad dari Indonesia karena lokasinya dekat dengan Indonesia, biaya hidup relatif terjangkau, dan memiliki infrastruktur digital yang baik. Dua kota yang paling populer untuk digital nomad adalah Kuala Lumpur dan Penang yang menawarkan banyak coworking space, kafe untuk bekerja, dan komunitas remote worker internasional.
Alasan populer:
- Estimasi biaya hidup sekitar Rp8–12 juta per bulan tergantung gaya hidup.
- WNI dapat masuk ke Malaysia tanpa visa hingga 90 hari untuk kunjungan singkat.
- Memiliki koneksi internet yang stabil dan transportasi publik yang baik.
- Lokasinya dekat dengan Indonesia sehingga biaya perjalanan relatif terjangkau.
3. Vietnam
Vietnam populer di kalangan digital nomad karena memiliki biaya hidup yang cukup terjangkau dengan perkembangan industri digital yang terus berkembang. Dua kota yang menjadi pilihan bekerja remote adalah kota Da Nang, Hanoi atau Ho Chi Minh karena biaya hidup cenderung lebih murah daripada kota-kota besar di Indonesia
Alasan populer:
- Biaya hidup termasuk yang paling terjangkau di Asia.
- Estimasi biaya hidup sekitar Rp7–12 juta per bulan.
- Banyak kafe dan coworking space yang mendukung pekerjaan remote.
- Zona waktu sama dengan Indonesia, yaitu menggunakan WIB (Waktu Indonesia Barat)
4. Jepang
Meskipun memiliki biaya hidup tinggi, Jepang menjadi pilihan bagi beberapa pekerja digital nomad karena lingkungan yang aman, kenyamanan transportasi, dan kualitas fasilitas publik yang baik. Jepang juga membuka kesempatan bagi pekerja remote internasional melalui program visa digital nomad yang ditujukan bagi pekerja dengan penghasilan tertentu.
Alasan populer:
- Memiliki infrastruktur digital yang sangat baik, seperti kota Tokyo, Osaka, dan Fukuoka
- Internet cepat dan stabil
- Sistem transportasi publik yang efisien.
- Memiliki program visa digital nomad pekerja remote internasional untuk tinggal dan bekerja di Jepang hingga 6 bulan .
5. Korea Selatan
Korea Selatan juga dikenal bagi pekerja remote yang menyukai lingkungan kota modern dengan akses internet super cepat. Banyak coworking space, startup hub, dan komunitas profesional yang berkembang, seperti di Kota Seoul. Korea Selatan memiliki visa digital nomad yang dikenal sebagai Visa Workation (kode F-1-D). Sehingga, kamu dapat tinggal dan bekerja jarak jauh di Korea Selatan dalam jangka waktu yang lama dengan syarat tertentu.
Alasan populer:
- Internet cepat dan stabil
- Banyak cafe untuk bekerja remote
- Transportasi umum nyaman
- Memiliki program visa digital nomad Visa Workation (kode F-1-D)
6. Portugal
Portugal menjadi salah satu destinasi digital nomad paling populer di Eropa. Negara ini semakin dikenal sejak meluncurkan Digital Nomad Visa (D8 Visa) pada tahun 2022, sehingga pekerja remote dapat tinggal dan bekerja secara legal dalam jangka waktu tertentu.
Alasan memilih Portugal:
- Memiliki program Digital Nomad Visa (D8 Visa) yang ramah bagi pekerja remote.
- Terdapat komunitas digital nomad internasional yang besar, seperti Kota Lisbon dan Porto.
- Biaya hidup relatif lebih terjangkau daripada beberapa negara Eropa Barat lainnya.
- Infrastruktur digital dan kualitas hidup yang baik.
7. Uni Emirate Arab
Uni Emirate Arab, khususnya kota Dubai, menjadi salah satu destinasi yang banyak dikenal bagi digital nomad dan remote worker internasional. Negara ini dikenal memiliki infrastruktur modern, internet super cepat, dan lingkungan bisnis yang berkembang pesat.
Alasan populer:
- Internet cepat dan fasilitas digital yang modern
- Banyak coworking space dan cafe untuk remote work
- Lingkungan internasional dan networking global cukup besar
- Memiliki program Virtual Work Visa atau Izin Tinggal Kerja Jarak Jauh
- Tidak mengenakan pajak penghasilan pribadi bagi sebagian besar pekerja.
Tantangan Menjadi Digital Nomad Saat Kerja Remote
Meskipun fleksibel dan menyenangkan, menjadi digital nomad juga memiliki tantangan yang dihadapi. Karena bekerja sambil berpindah tempat atau tinggal di negara lain, digital nomad harus mampu beradaptasi dengan lingkungan, budaya, hingga sistem kerja yang berbeda. Berikut beberapa tantangan dialami digital nomad saat kerja remote.
- Sulit menjaga work life balance karena jam kerja fleksibel
- Perbedaan zona waktu dengan client maupun tim kerja
- Koneksi internet yang tidak selalu stabil di setiap lokasi
- Harus cepat beradaptasi dengan lingkungan baru
- Risiko burnout karena terlalu sering berpindah tempat
- Biaya hidup di beberapa negara cukup tinggi
Baca Juga: Lowongan Kerja Remote di Indonesia: Cara Mencarinya dengan Aman
Penutup
Setiap negara mempunyai keunggulan yang berbeda-beda bagi digital nomad. Thailand, Vietnam, dan Malaysia cocok bagi kamu yang mengutamakan biaya hidup terjangkau dan zona waktu yang sama dengan Indonesia. Lalu, negara Jepang dan Korea Selatan cocok bagi yang menginginkan fasilitas modern dan teknologi yang maju. Lalu, Portugal dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman bekerja di Eropa. Sedangkan Uni Emirat Arab cocok untuk kamu yang ingin memiliki hubungan dengan jaringan internasional dan bekerja dari pusat bisnis dunia.
Jika kamu tertarik membangun karier di bidang digital dan ingin memiliki kesempatan kerja remote yang lebih luas, kamu bisa mengikuti bootcamp di TempatBelajar.id. Melalui berbagai program bootcamp, kamu bisa belajar skill seperti digital marketing, virtual assistant, dan graphic design untuk skill kerja remote kamu.
Kamu tidak hanya belajar teori, kamu juga akan mengerjakan real project, membangun portfolio, belajar bersama mentor berpengalaman, dan bisa mendapatkan sertifikat yang dapat menunjang persiapan karier kamu. Bahkan melalui program Career Accelerator, peserta berkesempatan mendapatkan penyaluran magang ke hiring partner setelah lulus program.
FAQ
Apakah Digital Nomad Tetap Harus Membayar Pajak?
Ya. Digital nomad tetap memiliki kewajiban pajak yang bergantung pada negara tempat tinggal, status pajak, dan sumber penghasilan yang dimiliki. Setiap negara memiliki aturan berbeda-beda,sehingga kamu harus memahami regulasi perpajakan yang berlaku.
Berapa Modal Awal yang Perlu Disiapkan untuk Menjadi Digital Nomad?
Modal awal setiap orang dapat berbeda tergantung negara tujuan dan gaya hidup yang dipilih. Kamu perlu mempersiapkan biaya tiket dan akomodasi, dana darurat, biaya visa, asuransi, dan biaya hidup untuk beberapa bulan pertama sebelum memiliki penghasilan yang stabil.
Platform Apa yang Bisa Digunakan untuk Mencari Pekerjaan Remote?
Saat ini terdapat berbagai platform yang menyediakan lowongan kerja remote, seperti LinkedIn, Upwork, Fiverr, Remote.co, dan We Work Remotely.
