Cerita Srie Setyadi: Dari Kerja Kantoran Jadi Virtual Assistant di Usia 52 Tahun

Cerita Srie Setyadi: Dari Kerja Kantoran Jadi Virtual Assistant di Usia 52 Tahun

Banyak orang berpikir bahwa memulai karier baru hanya bisa dilakukan di usia muda. Namun, kisah alumni Srie Setyadi membuktikan sebaliknya. Setelah 19 tahun berkarier di dunia korporasi, Srie berhasil melakukan switch karier dan kini bekerja remote sebagai Virtual Assistant di usia 52 tahun. Perjalanan ini bukan hanya tentang perubahan profesi, tetapi juga tentang keberanian mengambil keputusan besar demi keluarga dan kualitas hidup yang lebih baik.

Perjalanan Karier 19 Tahun di Dunia Korporasi

Srie Setyadi memulai karier kantoran sejak usia 20-an. Selama hampir dua dekade, ia meniti karier dari level operasional hingga menduduki posisi strategis sebagai Head of Operation & Resource di Putera Sampoerna Foundation, salah satu yayasan pendidikan terbesar di Indonesia.

Dalam perannya, Srie bertanggung jawab mengelola berbagai proyek pelatihan guru lintas daerah. Pekerjaan ini menuntut mobilitas tinggi, jadwal padat, serta perjalanan dinas yang cukup sering. Kariernya berkembang stabil dan penuh tanggung jawab, mencerminkan profesionalisme dan konsistensi selama bertahun-tahun.

Alasan Resign

Meski memiliki karier yang terbilang gemilang, Srie akhirnya mengambil keputusan besar untuk resign di usia 52 tahun. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Saat itu, anaknya masih duduk di bangku SMA dan tengah mempersiapkan diri untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Srie ingin benar-benar hadir mendampingi anaknya, mulai dari persiapan ujian, les, hingga berbagai kompetisi akademik. Dengan ritme kerja yang sangat padat, ia merasa waktunya bersama keluarga menjadi terbatas. Akhirnya, Srie memilih untuk berhenti sejenak dari dunia kerja dan memprioritaskan perannya sebagai orang tua.

Dua Tahun Career Break dan Pertanyaan Besar: Kerja Apa Selanjutnya?

Setelah dua tahun menjalani career break, keinginan untuk kembali bekerja perlahan muncul. Namun, Srie menyadari satu hal penting, ia tidak ingin kembali ke rutinitas lama seperti berangkat pagi, pulang malam, terjebak macet, dan sering dinas luar kota.

Ia mulai mencari alternatif pekerjaan yang lebih fleksibel, tetap menantang, dan memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah. Berbekal pengalaman pernah bekerja dengan assistant, muncul satu pertanyaan sederhana yang mengubah arah hidupnya, “Kenapa nggak coba kerja remote jadi Virtual Assistant?”

Mempersiapkan Karier Baru Lewat Virtual Assistant Bootcamp

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Srie memutuskan mengikuti Virtual Assistant Bootcamp. Meski usianya tidak lagi muda, hal itu tidak menghalanginya untuk belajar dari nol.

Selama bootcamp, Srie merasa sangat terbantu dengan materi yang beginner friendly, latar belakang peserta yang beragam, serta mentor yang suportif. Proses belajar tidak hanya teori, tetapi juga dipenuhi praktik, tugas, dan simulasi kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan industri. Pengalaman ini membuat kepercayaan dirinya tumbuh kembali untuk terjun ke dunia kerja remote.

Life After Bootcamp: Resmi Kerja Remote sebagai Virtual Assistant

Hasil dari proses belajar tersebut benar-benar terasa. Setelah lulus bootcamp pada November 2025, Srie berhasil langsung switch karier dan bekerja remote sebagai Virtual Assistant.

Kini, ia menangani berbagai tugas seperti finance, resource, dan procurement, bidang yang selaras dengan pengalaman panjangnya di dunia korporasi. Dengan sistem kerja remote, Srie dapat tetap produktif tanpa harus mengorbankan waktu bersama keluarga.

Perubahan Hidup: Dari Kantoran ke Kerja Remote

Sebelum beralih karier, kehidupan profesional Srie identik dengan mobilitas tinggi dan jadwal yang padat. Setelah menjadi Virtual Assistant, ia kini dapat bekerja dari rumah dengan sistem yang lebih fleksibel dan terstruktur. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidupnya, tetapi juga membuktikan bahwa kerja remote setelah usia 50 tahun adalah sesuatu yang realistis dan berkelanjutan.

Siap Mengikuti Jejak Srie Setyadi?

Kisah Srie Setyadi membuktikan bahwa beralih ke karier Professional Virtual Assistant tidak dibatasi usia maupun latar belakang. Dengan persiapan yang tepat dan skill yang relevan, siapa pun bisa memulai karier remote yang fleksibel dan berkelanjutan.

Jika kamu ingin mengikuti jejak Srie dan membangun karier sebagai Virtual Assistant profesional, Professional Virtual Assistant (VA) Bootcamp dan Career Accelerator Virtual Assistant Bootcamp dari TempatBelajar.id bisa menjadi langkah awal yang tepat. Program ini dirancang untuk pemula maupun profesional yang ingin switch karier, dengan kurikulum terstruktur, praktik berbasis real project, serta pendampingan mentor berpengalaman.

Mulai dari penguasaan skill Virtual Assistant, pembuatan portofolio, hingga persiapan masuk dunia kerja remote, semuanya dipelajari secara intensif agar kamu siap bersaing di pasar kerja lokal maupun internasional.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai karier baru. Jika Srie bisa memulai karier sebagai Virtual Assistant di usia 52 tahun, kamu pun bisa memulainya hari ini.

Artikel Lainnya