Sertifikasi cyber security adalah kredensial resmi yang diterbitkan lembaga internasional atau nasional untuk memvalidasi kompetensi seseorang di bidang keamanan siber, mulai dari pemahaman ancaman digital, perlindungan sistem jaringan, hingga kemampuan mendeteksi dan merespons insiden keamanan secara profesional.
Masalahnya, begitu kamu mulai mencari, yang muncul adalah daftar panjang nama sertifikasi yang terasa asing: Security+, CEH, CISSP, SSCP, eJPT. Mana yang cocok untuk pemula? Mana yang perlu pengalaman dulu? Berapa biayanya dalam rupiah? Tidak banyak sumber yang menjawab semuanya sekaligus dalam satu tempat.
Kondisi ini jadi lebih mendesak ketika kamu tahu bahwa Indonesia sedang menghadapi kekurangan serius tenaga ahli keamanan siber. Menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2024 tercatat lebih dari 1,6 miliar serangan siber yang menargetkan infrastruktur digital Indonesia. Di sisi lain, BSSN memperkirakan Indonesia membutuhkan setidaknya 10.000 tenaga ahli keamanan siber per tahun, sementara ketersediaan lulusan masih jauh dari angka itu. Celah ini bukan ancaman, melainkan peluang nyata bagi siapa pun yang mau masuk duluan.
Artikel ini menyaring 7 sertifikasi yang benar-benar cocok untuk pemula, lengkap dengan estimasi biaya dalam rupiah, waktu persiapan yang realistis, dan panduan khusus kalau kamu belum punya latar belakang IT sama sekali.
Apa Syarat Mengambil Sertifikasi Cyber Security?
Tidak ada syarat wajib untuk sertifikasi cyber security tingkat entry-level. Kamu tidak harus punya gelar Informatika, tidak harus punya pengalaman kerja IT, dan tidak harus bisa coding terlebih dahulu. Yang benar-benar dibutuhkan adalah pemahaman konsep dasar, dan itu bisa dibangun dari nol.
Namun ada pengecualian penting. Beberapa sertifikasi memang mensyaratkan pengalaman kerja terlebih dahulu. Contoh paling terkenal adalah CISSP (Certified Information Systems Security Professional), yang membutuhkan minimal 5 tahun pengalaman kerja di bidang keamanan informasi. Ini bukan sertifikasi pemula, dan siapa pun yang merekomendasikan CISSP sebagai langkah pertama kemungkinan besar keliru.
Kalau kamu bukan dari jurusan IT, mulai dari sini:
Fokus dulu ke sertifikasi berbasis konsep dan pemahaman umum sebelum masuk ke sertifikasi yang butuh skill teknis mendalam. Google Cybersecurity Certificate dan CompTIA Security+ adalah dua titik masuk yang paling ramah untuk latar belakang non-IT. Keduanya bisa dipelajari sambil bekerja di bidang lain, dan kurikulumnya dirancang dengan asumsi kamu belum punya dasar sama sekali.
Kalau kamu sudah punya pemahaman dasar jaringan komputer atau pernah belajar IT meski bukan jurusan formal, kamu sudah selangkah lebih siap dari mayoritas pemula. Bagi kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang cara switch career tanpa pengalaman sebelumnya, bidang cyber security adalah salah satu yang paling realistis untuk dimasuki lewat jalur sertifikasi.
Tabel Perbandingan 7 Sertifikasi Cyber Security untuk Pemula
Sebelum masuk ke penjelasan detail masing-masing sertifikasi, lihat ringkasan perbandingannya di sini. Tabel ini dirancang khusus agar kamu bisa memutuskan lebih cepat mana yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan kariermu.
| No | Nama Sertifikasi | Penerbit | Level | Estimasi Biaya (Rp) | Waktu Persiapan | Cocok Untuk |
| 1 | CompTIA Security+ | CompTIA | Entry-level | Rp6-8 juta | 2-3 bulan | Pemula yang ingin jadi SOC/Security Analyst |
| 2 | Google Cybersecurity Certificate | Google (via Coursera) | Pemula absolut | Rp1,2-2,4 juta | 6 bulan (mandiri) | Non-IT yang ingin mulai dengan biaya minimal |
| 3 | eJPT | eLearnSecurity | Entry-level (praktik) | Rp3-3,5 juta | 1-2 bulan | Pemula jalur penetration testing |
| 4 | CompTIA Network+ | CompTIA | Fondasi | Rp5-5,5 juta | 2-3 bulan | Pemula yang belum paham dasar jaringan |
| 5 | SSCP | ISC2 | Entry profesional | Rp3,5-4 juta | 2-3 bulan | Fresh grad IT yang ingin kredensial dari ISC2 |
| 6 | CEH | EC-Council | Menengah | Rp8-16 juta | 3-6 bulan | Yang serius masuk jalur ethical hacking |
| 7 | Sertifikasi Keamanan Siber BNSP | BNSP / LSP | Entry-lokal | Rp6-11 juta | 1-3 bulan | Yang ingin bekerja di BUMN atau instansi negeri |
Catatan: estimasi biaya mencakup biaya ujian saja, belum termasuk bahan belajar atau kursus persiapan.
Baca Juga: 5 Bootcamp Cyber Security Terbaik 2026 untuk Pemula Tanpa Pengalaman
7 Sertifikasi Cyber Security Terbaik untuk Pemula

1. CompTIA Security+ — Standar Emas untuk Pemula
CompTIA Security+ adalah sertifikasi keamanan siber entry-level yang paling direkomendasikan secara global sebagai titik masuk pertama ke karier cyber security profesional. Diterbitkan oleh CompTIA, organisasi nirlaba yang sudah lebih dari 30 tahun memimpin standarisasi sertifikasi IT internasional, Security+ saat ini tersedia dalam versi SY0-701 yang merupakan update terbaru per 2023.
Ujian Security+ terdiri dari hingga 90 soal dengan durasi 90 menit, mencakup 5 domain utama: General Security Concepts, Threats, Vulnerabilities & Mitigations, Security Architecture, Security Operations, dan Security Program Management & Oversight. Tidak ada syarat pengalaman kerja untuk mendaftar, meskipun CompTIA merekomendasikan peserta sudah familiar dengan dasar-dasar jaringan.
Security+ diakui oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) sebagai syarat minimum untuk posisi keamanan informasi tertentu. Di pasar global, lebih dari 63.000 lowongan kerja secara aktif mencantumkan Security+ sebagai salah satu kualifikasi yang diinginkan. Di Indonesia, tren ini mulai mengikuti, terutama di perusahaan multinasional dan sektor perbankan.
Estimasi biaya: sekitar $400-500 atau Rp6-8 juta untuk ujian saja. Waktu persiapan: 2-3 bulan belajar intensif (2-3 jam per hari). Cocok untuk: pemula yang ingin menjadi SOC Analyst, Security Analyst, atau IT Security Specialist.
Setelah Security+, jalur lanjutannya bisa mengarah ke CEH untuk jalur offensive security, atau CASP+ untuk posisi manajemen teknis keamanan.
2. Google Cybersecurity Certificate — Titik Awal Paling Terjangkau
Google Cybersecurity Certificate adalah program sertifikasi yang dikembangkan Google dan tersedia melalui platform Coursera. Ini adalah salah satu dari sedikit sertifikasi dari perusahaan teknologi besar yang dirancang secara eksplisit untuk pemula absolut, termasuk mereka yang belum pernah menyentuh dunia IT sama sekali.
Program ini terdiri dari 8 kursus yang mencakup fondasi keamanan siber, manajemen risiko, jaringan dan keamanan jaringan, komputasi awan, deteksi dan respons insiden, serta penggunaan tools seperti Linux, SQL, Python dasar, dan SIEM (Security Information and Event Management). Setiap kursus dirancang untuk bisa diselesaikan dalam 3-5 jam per minggu, sehingga cocok untuk yang ingin belajar sambil tetap menjalani rutinitas sehari-hari.
Yang membuat Google Cybersecurity Certificate menarik bagi pemula adalah pendekatan pembelajaran berbasis proyek nyata. Di akhir program, kamu sudah punya portofolio yang bisa langsung ditunjukkan ke rekruter, bukan sekadar sertifikat di atas kertas.
Estimasi biaya: audit gratis; akses penuh dan sertifikat resmi sekitar Rp200-400 ribu per bulan via Coursera (total sekitar Rp1,2-2,4 juta untuk 6 bulan). Waktu persiapan: sekitar 6 bulan belajar mandiri dengan komitmen 3-5 jam per minggu. Cocok untuk: pemula non-IT yang ingin mulai dengan biaya dan risiko minimal sebelum berinvestasi ke sertifikasi yang lebih besar.
Sertifikasi ini juga dihitung sebagai persiapan awal yang bagus sebelum ambil CompTIA Security+. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut soal pekerjaan digital yang paling dibutuhkan perusahaan saat ini, cyber security konsisten masuk di daftar teratas.
3. eJPT (eLearnSecurity Junior Penetration Tester) — Jalur Penetration Testing
eJPT adalah sertifikasi yang diterbitkan oleh eLearnSecurity (sekarang bagian dari INE Security) yang dirancang khusus untuk pemula yang tertarik pada jalur offensive security atau penetration testing. Berbeda dari kebanyakan sertifikasi yang berbasis ujian pilihan ganda, eJPT menggunakan format ujian berbasis lab: kamu diberi akses ke jaringan virtual yang sengaja dibuat rentan, dan tugasmu adalah menemukan celah keamanan menggunakan teknik-teknik penetration testing dasar.
Format ini membuat eJPT terasa lebih “nyata” dan langsung mengasah skill praktis. Kamu tidak bisa lulus hanya dengan menghafal teori. Materi yang diuji mencakup dasar-dasar penetration testing, web application security, network security assessment, dan penggunaan tools seperti Nmap, Metasploit, dan Burp Suite.
Dari sisi biaya, eJPT termasuk yang paling terjangkau di antara sertifikasi berbasis lab. Ini menjadikannya pilihan yang sangat masuk akal bagi pemula yang sudah yakin ingin masuk jalur ethical hacking tapi belum siap merogoh kocek untuk CEH.
Estimasi biaya: sekitar $200 atau Rp3-3,5 juta (sudah termasuk akses lab dan ujian). Waktu persiapan: 1-2 bulan belajar intensif melalui platform TryHackMe atau kursus INE Security. Cocok untuk: pemula yang tertarik jalur penetration testing dan ingin sertifikasi berbasis praktik, bukan sekadar teori.
4. CompTIA Network+ — Fondasi Wajib Sebelum Security+
CompTIA Network+ bukan sertifikasi keamanan siber murni, tapi masuk dalam daftar ini karena alasan yang sangat praktis: banyak pemula gagal di Security+ bukan karena tidak belajar keamanan, tapi karena tidak paham jaringan komputer yang menjadi fondasi dari hampir semua konsep cyber security.
Network+ mencakup konsep-konsep seperti model OSI, protokol TCP/IP, konfigurasi perangkat jaringan, troubleshooting koneksi, dan keamanan jaringan dasar. Jika kamu bisa menjawab pertanyaan “bagaimana data bergerak dari satu komputer ke komputer lain di jaringan yang berbeda?”, kamu sudah punya fondasi yang cukup untuk lanjut ke Security+.
Sertifikasi ini diterbitkan oleh CompTIA dan diakui secara internasional. Versi terbaru adalah N10-009.
Estimasi biaya: sekitar $350 atau Rp5-5,5 juta untuk ujian. Waktu persiapan: 2-3 bulan belajar, bisa paralel dengan kursus cyber security awal. Cocok untuk: pemula yang belum punya pemahaman jaringan sama sekali; sangat direkomendasikan sebagai langkah pertama sebelum Security+.
Jika kamu sedang mempertimbangkan apa itu bootcamp dan cara kerjanya sebagai jalur persiapan sertifikasi ini, metode tersebut terbukti mempercepat proses pemahaman konsep yang biasanya butuh waktu lebih lama jika belajar sendiri.
5. SSCP (Systems Security Certified Practitioner) — Dari ISC2 untuk Entry-Level
SSCP adalah sertifikasi yang diterbitkan oleh ISC2, lembaga yang sama dengan penerbit CISSP. Jika CISSP adalah sertifikasi bergengsi untuk profesional senior, SSCP adalah versi entry-levelnya yang bisa diambil oleh pemula dengan pemahaman teknis dasar.
SSCP mencakup 7 domain: Security Operations and Administration, Access Controls, Risk Identification, Monitoring and Analysis, Incident Response and Recovery, Cryptography, Network and Communications Security, dan Systems and Application Security. Cakupannya lebih luas dari Google Cybersecurity Certificate, tapi lebih terfokus secara teknis dibanding Security+.
Salah satu keunikan SSCP adalah statusnya di ekosistem sertifikasi ISC2. Setelah punya SSCP dan mengumpulkan pengalaman kerja yang cukup, jalur ke CISSP menjadi lebih terstruktur dan jelas. Bagi fresh graduate IT yang ingin membangun karier jangka panjang di manajemen keamanan, SSCP adalah titik masuk yang strategis.
Estimasi biaya: sekitar $249 atau Rp3,5-4 juta untuk ujian (ditambah biaya keanggotaan ISC2 tahunan setelah lulus). Waktu persiapan: 2-3 bulan dengan pemahaman jaringan dasar yang sudah ada. Cocok untuk: fresh graduate IT atau profesional IT pemula yang ingin kredensial dari lembaga bergengsi dengan jalur pertumbuhan yang jelas.
6. CEH (Certified Ethical Hacker) — Sertifikasi Ethical Hacking Paling Dikenal
CEH atau Certified Ethical Hacker adalah sertifikasi yang diterbitkan oleh EC-Council dan sudah menjadi salah satu nama paling dikenal di dunia cyber security. Secara teknis, CEH berada di level menengah bukan pemula murni, tapi masuk dalam daftar ini karena sangat banyak pemula yang langsung menargetkannya, dan rekruter Indonesia juga familiar dengan nama ini.
CEH v13 (versi terbaru) mencakup lebih dari 20 modul, mulai dari footprinting dan reconnaissance, scanning, enumeration, vulnerability analysis, system hacking, malware threats, sniffing, social engineering, hingga cryptography dan cloud security. Cakupannya sangat luas dan ujiannya dikenal cukup menantang.
Yang membedakan CEH dari sertifikasi lain adalah reputasinya di pasar kerja Indonesia. Banyak job description posisi Penetration Tester atau Security Consultant di Indonesia yang secara eksplisit menyebut CEH sebagai kualifikasi yang diinginkan, bahkan untuk posisi junior. Ini membuat CEH tetap relevan meski harganya lebih tinggi.
Estimasi biaya: $500-1.000 atau sekitar Rp8-16 juta, tergantung apakah kamu ikut training resmi EC-Council atau ujian saja. Waktu persiapan: 3-6 bulan belajar intensif; direkomendasikan sudah punya dasar jaringan dan Security+ atau pengalaman setara sebelum ambil CEH. Cocok untuk: pemula yang serius ingin masuk jalur ethical hacking dan offensive security, serta sudah siap berinvestasi lebih besar.
Baca Juga: 10 Pekerjaan Digital yang Paling Dibutuhkan di 2026 (Lengkap + Gaji & Cara Mulai)
7. Sertifikasi Keamanan Siber BNSP — Pengakuan Resmi di Indonesia
Sertifikasi Keamanan Siber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah sertifikasi berbasis kompetensi yang diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia. Berbeda dari sertifikasi internasional yang diterbitkan lembaga swasta asing, BNSP beroperasi di bawah kerangka regulasi nasional dan mengacu pada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang keamanan informasi.
Sertifikasi ini diujikan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Prosesnya mencakup verifikasi portofolio, wawancara teknis, dan uji praktik kompetensi, sehingga lebih menekankan pada bukti kemampuan nyata dibanding sekadar skor ujian tertulis.
Untuk kamu yang ingin bekerja di BUMN, instansi pemerintah, atau perusahaan nasional yang mensyaratkan sertifikasi lokal, BNSP adalah pilihan yang tidak bisa diabaikan. Beberapa instansi pemerintah bahkan secara eksplisit mensyaratkan sertifikasi BNSP, bukan sertifikasi internasional, untuk posisi tertentu di bidang keamanan informasi.
Estimasi biaya: Rp6-11 juta, tergantung LSP penyelenggara dan program yang dipilih. Waktu persiapan: 1-3 bulan, tergantung skema kompetensi yang dituju dan apakah kamu perlu mengikuti pelatihan persiapan terlebih dahulu. Cocok untuk: pemula yang menargetkan karier di sektor publik Indonesia, BUMN, atau perusahaan yang mensyaratkan pengakuan lokal.
Jika kamu sedang membandingkan jalur ini dengan sertifikasi di bidang lain, artikel tentang sertifikasi Digital Marketing yang diakui perusahaan bisa jadi referensi menarik untuk melihat pola serupa di bidang yang berbeda.
Bagaimana Urutan Sertifikasi Cyber Security yang Tepat?
Memilih sertifikasi yang tepat tanpa urutan yang jelas seperti melompat ke chapter terakhir buku yang belum kamu baca. Berikut roadmap tiga level yang realistis untuk pemula.
| Level | Nama Level | Sertifikasi / Platform | Catatan |
| Level 1 | Fondasi | Google Cybersecurity Certificate, CompTIA Network+, TryHackMe (gratis) | Bangun pemahaman dasar konsep dan jaringan sebelum masuk ke sertifikasi profesional |
| Level 2 | Entry Profesional | CompTIA Security+, SSCP, eJPT | Pilih berdasarkan jalur karier: Security Analyst (Security+/SSCP) atau Penetration Tester (eJPT) |
| Level 3 | Spesialisasi | CEH, OSCP, CISSP, CISM | Butuh pengalaman kerja atau sertifikasi Level 2 sebagai prasyarat |
Mayoritas pemula seharusnya berada di Level 1 selama 3-6 bulan sebelum bergerak ke Level 2. Tergantung latar belakang, beberapa orang bisa langsung ke Level 2 jika sudah punya pemahaman jaringan yang cukup. Untuk sertifikasi BNSP, bisa paralel masuk di Level 1 atau 2 tergantung skema kompetensi yang dipilih.
Satu hal yang sering dilupakan: sertifikasi bukan pengganti pengalaman nyata. Sertifikasi membuka pintu, tapi yang membuat kamu bertahan dan berkembang di karier ini adalah praktik berkelanjutan. Platform seperti TryHackMe dan Hack The Box sangat direkomendasikan untuk latihan harian di luar persiapan ujian formal.
Selain itu, 7 skill AI yang paling dicari perusahaan mulai bersinggungan langsung dengan cyber security, terutama di area AI-powered threat detection. Pemahaman dasar keduanya semakin menjadi nilai tambah yang dicari rekruter.
Baca Juga: Rework Academy Buka Bootcamp Tech Siap Kerja untuk Bidang AI, Data, dan Cyber Security
Mulai Persiapan Sertifikasi di Rework Academy Bootcamp Cyber Security
Mengambil sertifikasi tanpa persiapan yang terstruktur adalah strategi yang berisiko, terutama kalau kamu belum punya fondasi yang kuat. Belajar mandiri dari YouTube dan artikel tidak selalu cukup untuk membangun pemahaman yang utuh dan teruji, apalagi untuk menghadapi ujian sertifikasi internasional yang didesain menguji aplikasi konsep, bukan sekadar hafalan.
Rework Academy hadir sebagai jalur persiapan yang terstruktur sebelum kamu mengambil ujian sertifikasi. Bootcamp Cyber Security Rework Academy dirancang khusus untuk pemula yang belum punya background IT, dengan pendekatan belajar berbasis proyek nyata, sesi live bersama mentor yang aktif di industri, dan rekaman kelas untuk belajar ulang kapan saja.
Yang membedakannya dari belajar mandiri: kamu tidak sendirian menghadapi kurva belajar yang curam. Mentor bisa langsung menjawab pertanyaan yang tidak akan kamu temukan jawabannya di forum mana pun, dan kurikulum dirancang mengikuti kompetensi yang memang diuji di sertifikasi entry-level.
Lihat detail lengkap program, kurikulum, dan jadwal batch terbaru di reworkacademy.com. Program bootcamp online yang diakui industri di 10 negara ini cocok untuk pemula, fresh graduate, job seeker, dan career switcher dari jurusan apapun.
Sebelum mendaftar, ada baiknya kamu juga membaca FAQ lengkap sebelum mendaftar bootcamp agar semua pertanyaan soal jadwal, biaya, dan mekanisme belajar sudah terjawab lebih dulu.
FAQ: Sertifikasi Cyber Security untuk Pemula
Apakah sertifikasi cyber security bisa diambil tanpa background IT sama sekali? Ya, bisa. Sertifikasi tingkat entry-level seperti Google Cybersecurity Certificate dan CompTIA Security+ tidak mensyaratkan latar belakang IT atau gelar tertentu. Yang dibutuhkan adalah kemauan belajar dari nol dan konsistensi membangun pemahaman secara bertahap. Banyak profesional cyber security saat ini yang memulai dari bidang yang sama sekali tidak berhubungan dengan teknologi.
Sertifikasi cyber security mana yang paling mudah untuk pemula absolut? Google Cybersecurity Certificate adalah pilihan paling ramah untuk pemula absolut karena kurikulumnya dirancang dari nol, biayanya paling terjangkau (sekitar Rp1,2-2,4 juta untuk 6 bulan), dan bisa diselesaikan secara mandiri tanpa ujian teknis yang berat. Setelah menyelesaikannya, CompTIA Security+ adalah langkah logis berikutnya sebagai sertifikasi yang lebih diakui industri secara luas.
Berapa total biaya yang perlu disiapkan untuk memulai sertifikasi cyber security? Jika memulai dari Google Cybersecurity Certificate lalu lanjut ke CompTIA Security+, total biaya berkisar antara Rp7-10 juta untuk keduanya, belum termasuk bahan belajar tambahan atau kursus persiapan. Jika memilih jalur bootcamp terstruktur sebelum ujian, pertimbangkan investasi itu sebagai bagian dari total biaya persiapan yang menghemat waktu secara signifikan.
Apakah sertifikasi cyber security internasional diakui di perusahaan Indonesia? CompTIA Security+ dan CEH sudah dikenal luas di perusahaan-perusahaan multinasional dan tech company di Indonesia. Untuk perusahaan lokal dan BUMN, sertifikasi BNSP sering kali lebih diutamakan atau bahkan menjadi syarat wajib. Sebaiknya cek persyaratan lowongan di perusahaan target kamu untuk memilih sertifikasi yang paling relevan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikasi cyber security pertama? Untuk CompTIA Security+ dengan belajar intensif 2-3 jam per hari, kebanyakan pemula membutuhkan sekitar 2-3 bulan untuk siap ujian. Jika mengambil Google Cybersecurity Certificate terlebih dahulu sebagai fondasi, tambahkan 4-6 bulan. Total waktu dari nol hingga memegang sertifikasi entry-level pertama realitasnya sekitar 6-9 bulan tergantung konsistensi belajar.
Setelah dapat sertifikasi, posisi kerja apa yang bisa dilamar? Dengan CompTIA Security+ atau SSCP, kamu sudah bisa melamar posisi seperti SOC Analyst, Security Analyst, IT Security Specialist, atau Information Security Analyst di level junior. Dengan eJPT, posisi Junior Penetration Tester atau Vulnerability Analyst menjadi target yang realistis. Gaji pemula di posisi-posisi ini umumnya berada di kisaran Rp5,5 juta hingga Rp7 juta per bulan, dengan tren yang terus meningkat.
*Artikel ini merupakan kerjasama antara Rework Academy dan Tempat Belajar
