Career break tetap bisa dicantumkan dalam CV secara profesional. Kuncinya adalah menjelaskan alasan jeda karier secara singkat, menunjukkan aktivitas yang dilakukan selama masa tersebut, serta membuktikan bahwa kemampuan tetap berkembang.
Bagi perekrut, career break bukanlah masalah utama. Yang lebih penting adalah bagaimana kamu menjelaskan alasan di balik jeda tersebut serta menunjukkan bahwa waktu tersebut dimanfaatkan secara produktif.
Jika disajikan dan ditulis dengan baik, career break justru dapat mencerminkan bahwa kamu memiliki tujuan yang jelas, terus mengembangkan diri, dan siap kembali berkontribusi di dunia kerja.
Supaya career break menjadi nilai tambah, bukan penghambat dalam proses rekrutmen, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami. Yuk, simak pembahasannya pada artikel berikut.
Apa itu Career Break?
Career break atau jeda karier adalah masa ketika seseorang memilih untuk tidak bekerja untuk sementara waktu. Keputusan ini dapat dilatarbelakangi oleh berbagai alasan, seperti ingin beristirahat dari rutinitas pekerjaan, melanjutkan pendidikan, mengurus keluarga, memulihkan kondisi kesehatan, maupun mengeksplorasi peluang karier yang lebih sesuai dengan tujuan jangka panjang.
Apa yang Dicari Perekrut Saat Melihat Career Break di CV?
Ketika menemukan adanya jeda dalam riwayat pekerjaan, perekrut tidak serta-merta memberikan penilaian negatif. Sebaliknya, mereka ingin memahami bagaimana kandidat mengelola perjalanan kariernya selama periode tersebut. Perekrut biasanya akan menilai apakah masa jeda tersebut merupakan keputusan yang terencana, apakah kandidat tetap mengembangkan kompetensinya, serta seberapa siap ia untuk kembali bekerja.
Secara umum, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian perekrut.
1. Alasan di balik career break
Perekrut akan melihat apakah alasan mengambil jeda karier memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya, melanjutkan pendidikan, mengikuti pelatihan atau sertifikasi, mengurus keluarga, memulihkan kondisi kesehatan, membangun usaha, maupun melakukan transisi ke bidang karier yang baru. Penjelasan yang jujur dan relevan akan membantu perekrut memahami konteks dari keputusan tersebut.
2. Aktivitas selama masa jeda
Selain alasan, perekrut juga ingin mengetahui bagaimana kamu memanfaatkan waktu selama career break. Mereka akan mempertimbangkan apakah kamu tetap produktif dengan mempelajari keterampilan baru, mengikuti kursus, mengerjakan proyek lepas, menjadi relawan, membangun bisnis, atau melakukan aktivitas lain yang mendukung pengembangan diri. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kemampuanmu tetap berkembang meskipun sedang tidak bekerja.
3. Kesiapan untuk kembali bekerja
Aspek terakhir yang menjadi perhatian adalah kesiapanmu untuk kembali ke dunia kerja. Perekrut ingin memastikan bahwa kamu masih mengikuti perkembangan industri, memiliki motivasi yang tinggi, serta siap beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tantangan baru.
Semakin jelas kamu menjelaskan alasan, aktivitas, dan hasil yang diperoleh selama career break, semakin mudah bagi perekrut untuk melihat bahwa masa jeda tersebut merupakan bagian yang positif dari perjalanan kariermu, bukan sebuah hambatan.
Setelah memahami apa saja yang menjadi perhatian perekrut saat melihat career break dalam CV, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menuliskannya dengan tepat. Penulisan yang jelas, jujur, dan profesional akan membantu perekrut memahami perjalanan kariermu serta meningkatkan peluang untuk lolos ke tahap seleksi berikutnya.
Tips Cara Menulis Career Break di CV
Lakukan tips-tips berikut ini supaya terlihat profesional di mata perekrut:
1. Jelaskan Career Break Secara Jelas dan Jujur
Jangan biarkan ada periode kosong dalam CV tanpa penjelasan. Meskipun hanya berlangsung beberapa bulan, berikan keterangan singkat mengenai career break agar perekrut memahami perjalanan kariermu. Penjelasan yang jelas akan menunjukkan sikap profesional, transparan, dan proaktif.
2. Sampaikan Alasan Secara Ringkas dan Relevan
Saat menjelaskan career break, fokuslah pada informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. Hindari menceritakan alasan pribadi secara berlebihan atau menggunakan penjelasan yang terlalu panjang. Cukup sampaikan alasan secara singkat, lalu jelaskan bagaimana kamu memanfaatkan masa jeda tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.
3. Cantumkan Aktivitas yang Relevan Jika Ada
Jika selama career break kamu mengikuti pelatihan, memperoleh sertifikasi, mengerjakan proyek, membangun bisnis, menjadi relawan, atau mengembangkan keterampilan baru, kamu bisa mencantumkannya di CV. Aktivitas tersebut dapat membantu menunjukkan bahwa kamu tetap aktif selama masa jeda dan terus mengembangkan diri.
Namun, tidak perlu memaksakan diri untuk mencantumkan pencapaian jika memang tidak ada aktivitas yang relevan. Fokuslah pada informasi yang sesuai dengan pengalaman dan kondisi sebenarnya.
4. Pastikan Informasi di CV Konsisten dengan Saat Wawancara
Pastikan penjelasan mengenai career break yang kamu tuliskan di CV sesuai dengan jawaban yang akan kamu berikan saat wawancara. Siapkan contoh konkret mengenai aktivitas, keterampilan, atau pencapaian selama masa jeda agar penjelasanmu lebih meyakinkan. Konsistensi akan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan perekrut terhadapmu.
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah memastikan CV yang kamu gunakan juga mudah dibaca oleh sistem rekrutmen. Pelajari juga cara menyusun keyword pada CV yang sesuai standar ATS.
Contoh Menulis Career Break dalam Berbagai Situasi
Di bawah ini contoh penulisan career break yang dapat kamu sesuaikan dengan kondisi dan pengalaman kamu.
1. Sakit atau Pemulihan Medis
Professional Health Leave
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Setelah bekerja selama 10 tahun sebagai Digital Marketing Specialist, saya harus mengambil jeda dari pekerjaan untuk menangani kondisi kesehatan yang serius. Selama masa tersebut, saya tetap mengikuti perkembangan terbaru di dunia digital marketing dan memperbarui pengetahuan saya mengenai strategi pemasaran digital. Kini saya telah pulih sepenuhnya dan sangat antusias untuk kembali bekerja serta melanjutkan karier saya
2. Perjalanan atau Pengembangan Diri (Travel)
Personal Development & Travel
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Mengambil waktu untuk perjalanan mandiri sekaligus memperluas wawasan melalui pengalaman lintas budaya. Selama periode tersebut, mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen waktu, perencanaan, serta pemecahan masalah dalam berbagai situasi.
3. Merawat Keluarga (Family Caregiver)
Family Caregiver
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Mengambil tanggung jawab sebagai pendamping utama anggota keluarga yang membutuhkan perawatan. Selama periode ini, mengembangkan kemampuan manajemen waktu, koordinasi, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah. Kini siap kembali berkarier secara profesional.
4. Cuti Melahirkan
Full-Time Parent & Professional Upskilling
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Mendedikasikan waktu untuk mengasuh anak sekaligus meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan, kursus, atau sertifikasi di bidang [Nama Bidang]. Tetap aktif mengikuti perkembangan industri sebagai persiapan untuk kembali bekerja.
5. Layoff/PHK
Professional Career Transition
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Mengambil masa transisi karier setelah terdampak restrukturisasi perusahaan. Selama periode ini, saya aktif meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, memperbarui portofolio, mengikuti sertifikasi, serta mempersiapkan diri untuk peluang karier berikutnya.
6. Membangun Bisnis atau Startup
Entrepreneurship / Business Development
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Membangun dan mengembangkan bisnis sendiri, mencakup penyusunan strategi pemasaran, pengelolaan operasional, layanan pelanggan, serta pengelolaan keuangan. Pengalaman ini mengasah kemampuan kepemimpinan, problem solving, dan pengambilan keputusan.
7. Freelance Penuh Waktu
Freelance Professional
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Bekerja sebagai freelancer dengan menangani berbagai proyek sesuai bidang keahlian, berkolaborasi dengan berbagai klien, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen waktu, dan penyelesaian proyek.
Alternatif (untuk bidang tertentu):
- Freelance Graphic Designer
- Freelance Content Writer
- Freelance Digital Marketer
- Freelance Web Developer
8. Kuliah S2
Full-Time Master’s Degree
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Menempuh pendidikan Magister secara penuh waktu sambil memperdalam pengetahuan, mengembangkan kemampuan analitis, riset, dan pemecahan masalah yang relevan dengan bidang profesional.
9. Persiapan Sertifikasi Profesional
Professional Certification Preparation
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Mengalokasikan waktu untuk mempersiapkan sertifikasi profesional melalui pembelajaran intensif, pelatihan, serta praktik guna meningkatkan kompetensi dan memenuhi standar industri.
Jika sudah lulus sertifikasi:
Professional Certification
[Bulan Tahun] – [Bulan Tahun]
Berhasil menyelesaikan sertifikasi profesional sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan peningkatan kualifikasi di bidang pekerjaan.
Penutup
Career break bukanlah hambatan dalam mencari pekerjaan selama kamu mampu menjelaskannya secara jujur, profesional, dan menunjukkan perkembangan selama masa jeda tersebut. Dengan penyajian yang tepat, recruiter akan lebih mudah melihat potensi yang kamu miliki.
Melalui GenAI CV Maker dari Talent Growth, kamu dapat membuat CV profesional dengan lebih cepat dan praktis. Cukup masukkan informasi mengenai pendidikan, pengalaman, keterampilan, maupun career break, lalu sistem akan membantu menyusunnya menjadi CV yang rapi, profesional, dan ramah ATS (Applicant Tracking System).
FAQ Seputar Career Break
1. Berapa lama waktu yang ideal career break?
Tidak ada batasan yang pasti. Namun, career break umumnya berlangsung sekitar tiga bulan hingga satu tahun, bergantung pada tujuan yang ingin dicapai serta kondisi finansial masing-masing.
2. Apakah career break mempengaruhi proses seleksi?
Bisa, tetapi tidak selalu berdampak negatif. Recruiter umumnya akan ingin mengetahui alasan di balik career break dan bagaimana kamu memanfaatkan waktu tersebut. Jika kamu dapat menjelaskan bahwa masa jeda digunakan untuk meningkatkan keterampilan, mengikuti pelatihan, mengurus keluarga, atau mengerjakan proyek yang relevan, career break tidak akan menjadi hambatan dalam proses seleksi. Yang terpenting adalah bersikap jujur, percaya diri, dan mampu menunjukkan bahwa kamu siap kembali bekerja.
3. Bagaimana cara mencantumkan career break di CV?
Jelaskan secara singkat aktivitas yang kamu lakukan selama masa jeda, seperti mengikuti pelatihan, mengambil sertifikasi, menjadi relawan, atau mengerjakan proyek pribadi. Dengan begitu, recruiter dapat melihat bahwa periode tersebut tetap memberikan nilai tambah bagi perkembangan kariermu.
*Artikel ini merupakan kerja sama antara Talent Growth dengan Tempat Belajar.
